“Pertemuan ini adalah membahas kejadian yang luar biasa itu, tapi diharapkan rekomendasinya itu bukan hanya untuk kasus, tapi perbaikan sepakbola Indonesia secara menyeluruh. Dan yang kedua, bahwa harus ada keadilan bagi para korban,” ucap Laode.
Tim yang diketuai oleh Menteri Koordinator Polhukam, Mahfud MD, ini juga berjanji akan transparan dan akuntabel dalam menyelidiki kasus berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022. Rencananya, tim ini akan bekerja selama 2 pekan hingga paling lama satu bulan.

“Nanti setelah ini, hari-hari berikutnya, akan ada progress dari tim ini yang tentunya akan disampaikan pada hari hari berikutnya,” ucap Amali.
Dalam rapat yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam ini, dihadiri 11 dari 13 anggota di tim ini. Adapun dua nama lain, Nugroho Setiawan dan Kurniawan Dwi Yulianto, bergabung secara daring karena masih berada di luar negeri.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.