Share

Bandingkan Sepakbola Gajah dan Insiden Kanjuruhan, Akmal Marhali: Kalau Saya Jadi Iwan Bule, Saya Sudah Mundur!

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Selasa 04 Oktober 2022 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 49 2680152 bandingkan-sepakbola-gajah-dan-insiden-kanjuruhan-akmal-marhali-kalau-saya-jadi-iwan-bule-saya-sudah-mundur-BMfEzeL9iQ.jpg Mochamad Iriawan diminta mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. (Foto: ANTARA)

KOORDINATOR Save Our Soccer, Akmal Marhali, menyindir keras Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Akmal Marhali mengatakan, jika saja dirinya menjadi Iwan Bule –sapaan akrab Mochamad Iriawan, ia akan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

Akmal Marhali mengatakan, keputusan mundur seharusnya diambil Iwan Bule. Hal itu sebagai bentuk ketidakpuasan karena gagal memimpin PSSI secara baik dan benar.

Mochamad Iriawan

(Mochamad Iriawan diminta mundur dari jabatan Ketum PSSI)

"Kalau saya menjadi Iwan Bule, pasti saya mundur dari Ketum PSSI," kata Akmal Marhali kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (4/10/2022).

Akmal Marhali pun membandingkan dengan sikap Ketua Umum PSSI periode 1991-1998, Azwar Anas. Saat itu, Azwar Anas memilih mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI setelah Timnas Indonesia terkena skandal sepakbola gajah di Piala AFF 1998.

Saat itu, Timnas Indonesia dan Thailand yang bertemu di laga pamungkas fase grup, sama-sama enggan memenangkan pertandingan demi menghindari tuan rumah Vietnam di semifinal. Singkat kata, bek Timnas Indonesia, Mursyid Effendy, membuat gol bunuh diri secara sengaja yangmempertegas adanya sepakbola gajah di laga tersebut.

Keputusan mundur Azwar Anas saat itu sebagai bentuk pertanggungjawaban karena telah gagal memimpin PSSI. Karena itu, Jabatannya kemudian digantikan Agum Gumelar.

Follow Berita Okezone di Google News

"Itu sebagai bentuk kemarahan (Azwar) belum bisa memimpin organisasi dengan benar," lanjut Akmal Marhali.

Arema FC vs Persebaya Surabaya

Akmal Marhali mengatakan kalau dirinya menjadi Iwan Bule, akan menerima berbagai proses hukum yang berlangsung. Sikap itu seharusnya ditunjukkan Iwan Bule.

 "Kalau saya menjadi Iwan Bule, saya akan meminta maaf dan siap diproses secara hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban. Itu sangat elegan," lanjut mantan CEO Tangerang Wolves itu.

Sekarang harapannya masalah di atas dapat dijadikan para pemangku kepentingan sepakbola di Tanah Air untuk intropeksi dan memperbaiki semuanya menjadi lebih baik lagi. Sebab, insiden di Stadion Kanjuruhan merupakan peristiwa terkelam yang pernah terjadi di persepakbolaan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini