Share

Prihatin dengan Tragedi Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya, Hary Tanoesoedibjo Beri Saran agar Kejadian Serupa Tak Terulang

Hakiki Tertiari , Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2678972 tanggapi-kerusuhan-laga-arema-fc-vs-persebaya-hary-tanoesoedibjo-beri-saran-agar-kejadian-serupa-tak-terulang-baCC1YcLGE.jpg Hary Tanoesoedibjo beri saran agar kericuhan seperti di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya kembali terulang (Foto: Okezone)

PRIHATIN dengan tragedi kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo turut berduka atas kejadian tersebut. Ia pun menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya 127 suporter sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

“Turut prihatin dengan tragedi meninggalnya 127 suporter sepakbola di Malang, Jatim,” ucap Hary Tanoe.

Hary Tanoe

Lebih lanjut, Hary Tanoe juga memberi saran kepada seluruh pihak agar kejadian yang menimbulkan 127 orang meninggal dunia ini tidak terulang. Menurutnya, panitia pelaksana seharusnya menjual tiket di stadion dengan kapasitas yang tidak berlebih.

Selain itu, bagi yang tidak kedapatan menonton langsung di dalam stadion, panitia bisa memberikan opsi lain. Salah satunya dengan menggelar nonton bareng (nobar) di sekitar venue pertandingan.

“Untuk menghindari atau mengurangi risiko kejadian seperti ini lagi, seharusnya tiket dijual sesuai kapasitas dan sisanya nobar di luar stadion,” terang Hary Tanoe.

“Bagi yang mau gratis, bisa disiapkan tempat nobar (nonton bareng) di luar area stadion,” timpalnya.

Hary Tanoe juga menambahkan, pemberian izin keramaian oleh pihak kepolisian, sedianya juga disebutkan dengan jumlah maksimal tiket yang boleh dijual. Hal itu dikemukakan Hary Tanoe, dengan harapan para penonton tidak berdesakan di dalam stadion.

Arema FC vs Persebaya

(Kericuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 semalam)

“Pemberian izin keramaian oleh Polri ini juga sekaligus menyebutkan maksimal tiket yang boleh dijual kepada penonton,” ucapnya lebih lanjut.

Sebagai tambahan informasi, kejadian di Stadion Kanjuruhan ini benar-benar jadi sejarah kelam sepakbola Indonesia. Semua pihak pun berharap agar hal ini tidak terulang di masa mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini