LONDON - Pemain Chelsea, Christian Pulisic, secara terbuka mengkritik mantan pelatihnya, Thomas Tuchel. Pemain asal Amerika Serikat itu ternyata punya hubungan buruk dengan juru taktik berpaspor Jerman tersebut.
Pulisic merupakan pemain yang menganggap, pemecatan Tuchel adalah sebuah berkah. Pemain asal Amerika Serikat itu sudah memendam rasa tidak suka kepada Tuchel sejak musim 2020-2021.

Pulisic sakit hati karena Tuchel memberikan harapan palsu soal menit bermain di semifinal Liga Champions kontra Real Madrid pada musim tersebut. Pulisic merasa bermain bagus karena mencetak gol di leg I, tetapi justru ditaruh di bangku cadangan pada leg II.
Usai bermain imbang 1-1 dengan Madrid di leg I, Tuchel memberi tahu Pulisic, bahwa dirinya akan saat melawan Fulham dalam lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Pelatih asal Jerman itu beralasa,n agar Pulisic bisa istirahat dan bugar di leg II.
Namun, di leg II, Tuchel ingkar janji. Alih-alih menurunkan Pulisic, Tuchel malah memasang Kai Havertz sebagai starter.
“Saya memiliki performa bagus di leg I, dan berikutnya kami melawan Fulham di liga, Tuchel memberi tahu saya, bahwa saya diistirahatkan di laga melawan Fulham agar saya siap untuk leg II,” kata Pulisic dalam buku otobiografinya yang berjudul Christian Pulisic: My Journey So Far, Rabu (21/9/2022).
“Di hari setelah menghadapi Fulham, Tuchel memberi tahu saya, bahwa dia berubah pikiran. Dia memasang Kai Havertz, saya tercengang dan kecewa, saya kira saya akan menjadi starter,” tambahnya.
Tuchel kemudian menurunkan Pulisic di menit 75 pada leg II menghadapi Madrid. Pulisic, yang sudah terlanjur kecewa, kemudian bermain dengan setengah hati.