Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Bintang Main di Luar Negeri Justru Bikin Piala AFF 2022 Tidak Seru, Kok Bisa?

Ilham Sigit Pratama , Jurnalis-Jum'at, 26 Agustus 2022 |10:54 WIB
Banyak Bintang Main di Luar Negeri Justru Bikin Piala AFF 2022 Tidak Seru, Kok Bisa?
Banyak bintang main di luar negeri justru kerugian untuk Piala AFF 2022 (Foto: PSSI)
A
A
A

BANYAK bintang main di luar negeri justru bikin Piala AFF 2022 tidak seru seperti sebelumnya. Media Vietnam, Soha.vn, mencemaskan para bintang ini tidak akan dilepas oleh klub pemiliknya masing-masing karena Piala AFF 2022 digelar di tengah musim.

Sepakbola Asia Tenggara semakin berkembang dan itu berdampak baik tentunya bagi para pemain bintang. Banyak pesepakbola dari Indonesia, Vietnam, dan Thailand yang kini dipercaya berkarier di luar negeri.

Timnas Indonesia

Sebut saja Asnawi Mangkualam (Asnan Greeners), Chanatip Songkrasing (Kawasaki Frontale), Pratama Arhan (Tokyo Verdy) dan lain sebagainya. Tak hanya Asia, para pemain di Asia Tenggara bahkan juga banyak yang berkarier di Eropa, yang mana merupakan kiblat sepak bola dunia, seperti Egy Maulana Vikri (FC ViOn Zlate Moravce), Witan Sulaeman (AS Trencin), atau Nguyen Quang Hai (Pau FC).

Begitu banyak pemain top di luar negeri menunjukkan bahwa level sepak bola Asia Tenggara sudah semakin berkembang. Namun, hal itu berdampak pada Piala AFF yang notabene bukan merupakan agenda FIFA.

Media Vietnam, Soha.vn khawatir Piala AFF 2022 atau selanjutnya tidak akan semenarik edisi-edisi sebelumnya. Dikhawatirkan para pemain yang disebut di atas tidak akan dilepas klub masing-masing.

“Empat bulan sebelum Piala AFF 2022 dimulai, dua bintang terakhir yang menerima penghargaan pemain terbaik, Quang Hai dan Chanatip menghadapi resiko tidak dapat berpartisipasi,” tulis Soha.vn dalam beritanya, Jumat (26/8/2022).

“Karena Piala AFF tidak termasuk jadwal resmi FIFA, klub Quang Hai dan Chanatip tidak wajib melepasnya, beberapa bintang Indonesia juga mengalami situasi yang sama, yaitu Pratama Arhan dan Asnawi,” tambahnya.

 Pratama Arhan

Di Piala AFF 2020 silam, dampak berkarier di luar negeri dirasakan oleh Egy. Kala itu, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong harus bersabar karena klub Egy saat itu, FK Senica tidak mau melepas Egy hingga jeda musim dingin.

Alhasil, Egy baru bisa bergabung dengan tim di babak sistem gugur. Jika banyak pemain andalan tim negara-negara besar di Asia Tenggara banyak yang merasakan seperti yang Egy rasakan, tentu ini berdampak pada kualitas kompetisi.

Belum lagi, Buriram United belakangan ini menyatakan bahwa mereka tidak akan melepas pemain muda mereka ke Timnas Thailand. Raksasa Thailand itu lebih memilih menyekolahkan pemain muda mereka ke klub Inggris, Leicester City.

(Andika Pratama)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement