Share

Profil Fakhri Husaini, Pelatih yang Sukses Persembahkan Gelar Piala AFF U-16 2018

Krisna Octavianus, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 51 2648120 profil-fakhri-husaini-pelatih-yang-sukses-persembahkan-gelar-piala-aff-u-16-2018-jkofRLnlyi.jpg Fakhri Husaini, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16. (Foto: PSSI)

PROFIL Fakhri Husaini akan dibahas Okezone. Fakhri Husain adalah salah satu pelatih jempolan milik Indonesia terbukti dengan satu gelar Piala AFF U-16 pada 2018.

Sebelum Bima Sakti melakukannya di Piala AFF U-16 2022, Fakhri Husaini sudah lebih dulu menunaikan tugas dengan baik bersama Timnas Indonesia U-16. Pada 2018, ia yang bermodalkan pemain seperti Bagus Kahfi, Sutan Zico, Rendy Juliansyah, David Maulana, sampai Bagas Kaffa berhasil menjadi juara Piala AFF U-16 2018 dengan mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

Kini, Okezone akan membahas profil Fakhri Husaini yang merupakan gelandang Timnas Indonesia era 1990-an dan pelatih bertangan dingin.

Profil Fakhri Husaini

Fakhri Husaini

Fakhri Husaini lahir di Lhokseumawe, Aceh, pada 27 Juli 1965. Pria berusia 57 tahun ini adalah pemain dengan visi hebat pada masanya.

Mengawali karier di Bina Taruna pada 1984-1989, Fakhri Husaini mudah pindah ke Lampung Putra pada 1989-1990. Tidak lama memang di Lampung Putra, ia keburu dilirik tim besar saat itu, Petrokimia Putra.

Bersama Petrokimia Putra, Fakhri Husaini juga hanya setahun yakni pada 1990-1991. Namanya kemudian melegenda setelah bergabung dengan PKT Bontang pada 1991-2001.

Rentang 10 tahun dijalani bersama PKT Bontang, membuat ia menjadi legenda klub tersebut. Di level Timnas Indonesia, Fakhri Husaini adalah jenderal lapangan tengah skuad Garuda.

Berposisi sebagai gelandangs serang, visinya luar biasa hebat. Gerakan dan gocekannya sangat indah dan pendukung Timnas Indonesia era itu selalu menunggu aksi dari Fakhri Husaini.

Salah satu kontroversi yang pernah dilakukannya adalah ketika mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk SEA Games 1991 Manila, Filipina. Ia bersama Ansyari Lubis, Jaya Hartono, dan Eryono Kasiba mundur karena latihan keras ala Anatoli Polosin.

Namun, selepas itu, ia selalu menjadi andalan Timnas Indonesia siapapun pelatihnya, bahkan dipercaya menjadi kapten. Salah satu kekecewaan besarnya adalah mengantarkan Timnas Indonesia memenangi medali emas SEA Games 1997 Jakarta. Skuad Garuda saat itu kalah adu penalti dari Thailand.

Setelah pensiun, Fakhri Husaini langsung memutuskan jadi pelatih. Ia tercatat pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Senior pada 2004, di situ ia belajar langsung dari Peter Withe.

Fakhri Husaini

Karier kepelatihannya kemudian menukangi Tim sepak bola PON Kaltim pada 2008. Ia mempersembahkan medali perunggu.

Setelah tugasnya selesai dengan tim PON Kaltim, ia kemudian menerima tawaran melatih Bontang FC pada 2008. Baru pada 2014, Fakhri Husaini kembali ke jajaran pelatih Timnas Indonesia.

Ia ditunjuk PSSI awalnya untuk menangani Timnas Indonesia U-17. Kemudian pada 2015, ia menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19.

Kemudian, Fakhri Husaini mendapat mandat untuk menangani Timnas Indonesia U-16 pada 2017. Terbukti tepat, tangannya dinginnya berhasil mengantarkan Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 untuk pertama kalinya, yakni pada 2018.

Kini, pelatih yang identik dengan topi dan jaket kalau di pinggir lapangan itu melatih tim Liga 2, Persela Lamongan.

Belakangan, namanya menjadi buah bibir warganet setelah mengeluarkan pernyataan soal "local pride" karena keberhasilan Bima Sakti antar Timnas Indonesia U-16 menjadi juara Piala AFF U-16 2022. Ia diduga warganet menyindir Shin Tae-yong. Akan tetapi, apapun itu, Fakhri Husaini layak dikenang sebagai salah satu pelatih yang berjasa untuk negara Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini