Share

Tagar #EduardoOut Menggema, Manajemen Arema FC Minta Suporter Sabar

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 49 2645980 tagar-eduardoout-menggema-manajemen-arema-fc-minta-suporter-sabar-eQ7Qk2O2Lm.jpg Manajer Arema FC, Ali Rifki. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

PELATIH Arema FC, Eduardo Almeida, dipastikan sedang tidak nyaman. Sebab, posisinya di kursi kepelatihan tim terus digoyang oleh sebagian pihak, bahkan tagar #EduardoOut Menggema.

Kendati berhasil mengantarkan juara Piala Presiden 2022, ia tetap tidak aman. Penyebabnya adalah hasil kurang dari tiga laga yang dilalui Arema FC di Liga 1 2022-2023.

Arema

Bahkan, pasca hasil imbang melawan PSS Sleman 0-0, tagar #EduardoOut bergema di jagat media sosial. Para suporter menginginkan adanya perbaikan di sistem permainan Arema FC yang diarsiteki Eduardo Almeida.

Manajer Arema FC, Ali Rifki mengungkapkan, manajemen tim sudah semaksimal mungkin memberikan servis layanan ke staf kepelatihan dan pemain. Bahkan motivasi-motivasi khusus telah disampaikan ke manajemen tim.

"Tetaplah kita selalu bicara, tapi enggak bisa kita sampaikan ke publik. Kita ini bekerja juga tidak diam, manajemen bekerja tidak diam," kata Ali Rifki saat ditemui media di perayaan ulang tahun Arema ke-35 di Kota Malang, Kamis (11/8/2022).

Namun, diakui ekspektasi publik begitu tinggi. Wajar saja, sebab mereka berstatus juara Piala Presiden 2022 dan musim lalu tampil cukup gemilan setelah paruh kedua musim.

"Tapi publik atau suporter menginginkan segala sesuatunya langsung tampak, kita enggak bisa seperti itu, semua ada proses, progres, dan ada yang nggak bisa disampaikan ke publik juga," ungkapnya.

Ali juga mengaku bingung dengan tuntutan suporter, pasalnya suporter sering kali meneriakkan yel-yel "mainnya kurang bagus", padahal hasil akhirnya menang. Dengan kondisi itu juga tidak membuat puas suporter.

Arema

Tetapi lain cerita ketika Arema FC sudah bermain bagus, tapi tidak berhasil meraih kemenangan, maka tagar #EduardoOut menyeruak.

"Saya lihat lawan PSS Sleman kemarin penilaian pribadi saya bagus, cuma enggak menang, kita ini bingung akhirnya. Ketika kita mainnya enggak cantik tapi menang diprotes, kita mainnya cantik enggak menang diprotes, kan pengennya ini bagaimana. Kalau saya pribadi inginnya menang," ujarnya.

"Ketika Piala Presiden cantik enggak cantik, yang memegang trofi yang kita banggakan. Semua pasti bangga datang di konvoi, kan bangga, saya ini sampai bingung main cantik pernah (menang) lawan PSIS, terus di final harus mempertahankan bagaimana caranya kita enggak sampai lepas juara ini," tambahnya.

Dirinya meminta Aremania tetap bersabar dan memberikan dukungan jika tim belum meraih hasil terbaiknya. Apalagi secara kualitas tim-tim kontestan Liga 1 juga mulai merata.

"Sekuat tenaga apapun pokoknya, ada saatnya kita main cantik, ada saatnya kita harus menang, main cantik dan menang, ada saatnya menang saja. Ya mohon dukungan dan kesabarannya," paparnya.

"Coba di dunia carikan tim di dunia ini yang selalu main cantik dan menang terus. Tapi ketika kita menang kita diprotes dibilangnya hoki (beruntung) atau ketepakan (cuma beruntung). Kadang menang dari bola mati dibilang ketepakan, padahal bola mati bagian dari strategi taktik, dilatih, ada latihannya, kalau ditanya seperti ini, lemas kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini