Coach Bima Sakti juga memperhatikan bagaimana anak asuhnya bermain media sosial dan handphone. Dia menegaskan bahwa penggunaan gawai hanya empat jam sehari, mulai pukul 17.00 WIB.
"Semua harus mengumpulkan handphone pukul 21.00 WIB. Kalau ada yang memberikannya lewat satu menit, saya akan mengurangi jatah penggunaan gawai semua pemain keesokan harinya. Bagi yang melanggar, saya akan menambah pengurangan waktu 'handphone' itu," tegas Coach Bima kepada media.

Aturan-aturan tegas itu ditetapkan Bima Sakti untuk tujuan mulia, yakni membentuk karakter yang kuat dari semua pemain dan memperkuat mental para pemainnya. Mengingat, usia mereka masih remaja dan masih butuh dibimbing dari segala aspek.
Sebagai mantan pesepakbola profesional, Bima tahu betul bagaimana kencangnya angin berembus ketika seorang pemain bergelimang perhatian publik. Dia tidak mau anak-anak asuhnya hilang sebelum berkembang.
"Kita mengantisipasi mereka boleh bermain media sosial, tapi jangan sampai mereka terbuai oleh pujian dan kritikan," tutut Bima.
Coach Bima mengakui bahwa saat membaca komentar-komentar yang bersifat mengkritik, terkadang dirinya juga agak terganggu. Dia pun tidak mau anak asuhnya yang masih remaja akan lupa diri di awal waktu.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.