Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunci Sukses ala Coach Bima Sakti, Membangun Kebersamaan dan Membentuk Disiplin di Piala AFF U-16

Mohammad Fernanda , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2022 |16:20 WIB
Kunci Sukses ala Coach Bima Sakti, Membangun Kebersamaan dan Membentuk Disiplin di Piala AFF U-16
Berikut kunci sukses ala coach Bima Sakti. (Foto: PSSI)
A
A
A

KUNCI sukses ala coach Bima Sakti, membangun kebersamaan dan membentuk disiplin di Piala AFF U-16. Dengan cara ini, anak didik Bima Sakti di Timnas Indonesia U-16 pun bisa disiplin menjalani semua program latihan yang diterapkan sang pelatih.

Cara Bima Sakti melatih Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022 ini sendiri terlihat kala mereka menjalani latihan sebelum berlaga. Salah satunya terjadi kala Timnas Indonesia U-16 berlatih di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Selasa 2 Agustus 2022.

Bima Sakti

Kala itu, staf pelatih memerintahkan para pemain untuk melakukan push up. Tanpa menunggu, semua anak asuh Bima Sakti ini langsung mengambil sikap sesuai instruksi. Padahal ketika itu, mereka sudah rapi dan bersiap kembali ke hotel.

"Ada yang baru dari toilet, tetapi tak disiram. Beginilah, mas. Satu yang berbuat kesalahan, semua dihukum," ujar Bima Sakti kepada media yang berada di lokasi.

BACA JUGA: Penyebab Media Vietnam Dukung Timnas Indonesia U-16 Menang Telak atas Singapura di Piala AFF U-16 2022

Selama menangani Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti memang memberikan hukuman berupa sanksi fisik dan denda kepada pemain yang melanggar aturan. Bagi pemain yang beragama Islam, mereka harus membayar Rp100 ribu jika tidak salat dan Rp50 ribu kalau terlambat beribadah.

BACA JUGA: 5 Nama Pesepakbola Legenda yang Perkuat Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022, Nomor 1 Bikin Ngeri

Semua personel Timnas Indonesia U-16 juga diwajibkan memakai seragam dalam kegiatan tertentu, seperti saat berlatih dan makan. Untuk pelanggar ketentuan itu, wajib membayar denda Rp50 ribu.

"Oleh sebab itu, kita harus berproses yang baik bikin aturan-aturan yang jelas maslah seragam dan masalah ibadah,” tegas Bima Sakti.

Coach Bima Sakti juga memperhatikan bagaimana anak asuhnya bermain media sosial dan handphone. Dia menegaskan bahwa penggunaan gawai hanya empat jam sehari, mulai pukul 17.00 WIB.

"Semua harus mengumpulkan handphone pukul 21.00 WIB. Kalau ada yang memberikannya lewat satu menit, saya akan mengurangi jatah penggunaan gawai semua pemain keesokan harinya. Bagi yang melanggar, saya akan menambah pengurangan waktu 'handphone' itu," tegas Coach Bima kepada media.

Timnas Indonesia U-16

Aturan-aturan tegas itu ditetapkan Bima Sakti untuk tujuan mulia, yakni membentuk karakter yang kuat dari semua pemain dan memperkuat mental para pemainnya. Mengingat, usia mereka masih remaja dan masih butuh dibimbing dari segala aspek.

Sebagai mantan pesepakbola profesional, Bima tahu betul bagaimana kencangnya angin berembus ketika seorang pemain bergelimang perhatian publik. Dia tidak mau anak-anak asuhnya hilang sebelum berkembang.

"Kita mengantisipasi mereka boleh bermain media sosial, tapi jangan sampai mereka terbuai oleh pujian dan kritikan," tutut Bima.

Coach Bima mengakui bahwa saat membaca komentar-komentar yang bersifat mengkritik, terkadang dirinya juga agak terganggu. Dia pun tidak mau anak asuhnya yang masih remaja akan lupa diri di awal waktu.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement