Share

5 Fakta Kemenangan Arema FC atas PSIS Semarang di Pekan Ke-2 Liga 1 2022-2023, Nomor 1 Faktor Penentu

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 31 Juli 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 31 49 2639432 5-fakta-kemenangan-arema-fc-atas-psis-semarang-di-pekan-ke-2-liga-1-2022-2023-nomor-1-faktor-penentu-l7NUN2bBsS.jpg Berikut 5 fakta kemenangan Arema FC atas PSIS Semarang di pekan ke-2 Liga 1 2022-2023 (Foto: Avirista Midaada/MNC Portal Indonesia)

ADA 5 fakta kemenangan Arema FC atas PSIS Semarang di pekan ke-2 Liga 1 2022-2023 yang akan diulas dalm artikel ini. Seperti diketahui, Arema FC berhasil menumpas perlawanan PSIS Semarang dengan skor 2-1 pada Sabtu, 30 Juli 2022 malam WIB.

Sempat tertinggal satu gol dari PSIS Semarang, tim berjuluk Singo Edan itu berhasi comeback dan unggul 2-1 atas tamunya. Adapun kedua gol Arema FC itu dicetak oleh Ilham Udin Armyn (79’) dan Sergio Silva (90+5’).

Ya, di balik kemenangan dramatis Arema FC itu, ada sejumlah fakta yang layak untuk diulas. Lantas, apa saja itu? Berikut 5 fakta kemenangan Arema FC atas PSIS Semarang di pekan ke-2 Liga 1 2022-2023:

5. Penonton di Stadion Sepi

Arema FC vs PSIS Semarang

Meski berhasil comeback, ternyata tak banyak penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Bahkan, ketimbang laga Semifinal Piala Presiden 2022 saat melawan tim yang sama PSIS Semarang, jumlah penonton masih kalah jauh.

Faktor perubahan waktu kick off hingga dua kali, disinyalir memengaruhi animo suporter. Sebagai informasi awalnya jadwal Arema FC vs PSIS Semarang diselenggarakan pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Jadwal itu lantas berubah menjadi pukul 20.30 WIB dan terakhir menjadi pukul 18.15 WIB.

4. PSIS Semarang Terapkan Takktik False 9

Arema FC vs PSIS Semarang

Absennya Carlos Fortes membuat tim kebanggaan masyarakat Semarang ini memainkan formasi tak biasa. Jonathan Cantillana, yang berposisi asli sebagai gelandang serang dimainkan di penyerang.

Perannya didukung oleh Taise Marukawa di sisi kiri dan Wawan Febrianto di sisi kanannya. Namun, strategi ini hingga awal babak kedua pun tak berjalan mulus.

Alhasil pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre mengubah taktiknya. Ia mengembalikan posisi Jonathan Cantillana dan memasukkan Hari Nur Yulianto sebagai target man sejak menit ke-59.

"Hari ini kami memainkan Jonathan Cantillana sebagai false nine, dia secara keseluruhan bermain tidak buruk, tapi memang secara unit memang belum padu, karena posisinya tidak disitu," imbuh pelatih asal Brasil ini.

3. Peran Penting Alie Sesay

Meski gagal menang dari Arema FC, lini pertahanan Mahesa Jenar (julukan PSIS Semarang) sebenarnya cukup apik. Peran Alie Sesay cukup menonjol di pertandingan ini, terlebih saat Arema FC membombardir PSIS Semarang usai kebobolan.

Tercatat bek berpaspor Sierra Leone ini melakukan dua penyelamatan penting. Salah satunya di menit 77. Bahkan, Alie Sesay juga terlibat dalam serangan ke pertahanan Arema FC. Di menit 29 dan 41 Alie Sesay menciptakan peluang meski gagal berbuah gol.

2. Evan Dimas Bermain Sejak Awal

Evan Dimas

Absennya Renshi Yamaguchi karena cedera membuat Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida memilih Evan Dimas menggantikannya. Peran Evan Dimas selama babak pertama hingga babak kedua sebelum diganti cukup bagus.

Pemain kelahiran Surabaya ini menjadi pengalir bola dari lini belakang ke depan. Evan Dimas mampu mengorganisasi permainan dari tengah ke depan. Hasilnya memang Arema FC unggul penguasaan bola dan bisa menuai kemenangan.

1. Perubahan Taktik dan Pergantian Pemain

Arema FC vs PSIS Semarang

Memiliki kedalaman skuad yang mumpuni, jadi keuntungan bagi Arema FC. Sebab, sejumlah perubahan taktik dan pergantian pemain yang dilakukan Singo Edan terbukti ampuh untuk mengembalikan kedudukan atas PSIS Semarang.

Tercatat di babak kedua seluruh kuota pergantian pemain dimanfaatkan Arema FC dengan cemerlang. Masuknya Muhammad Rafli, Ilham Udin Armyn, Irsyad Maulana, Hanis Sagara, dan Hasyim Kipuw menjadi permainan Singo Edan lebih atraktif.

Sosok Ilham Udin Armyn menjadi pembeda. Ia yang muncul dari belakang tanpa kawalan mampu menceploskan bola ke gawang Redondo.

Alhasil sejak menit 85 Arema FC bermain dengan lima pemain bernaluri menyerang sekaligus. Mereka adalah Hanis Sagara, Abel Camara, Irsyad Maulana, M. Rafli, dan Ilham Udin Armyn.

Dampak positif bagi Arema FC terasa hingga mampu unggul lewat Sergio Silva. Skor 2-1 di detik-detik akhir tambahan waktu pun membuat Arema FC mengunci kemenangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini