Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Kerugian jika Timnas Indonesia Tinggalkan AFF dan Gabung EAFF, Nomor 1 soal Kompetisi

Andika Pratama , Jurnalis-Minggu, 17 Juli 2022 |06:05 WIB
5 Kerugian jika Timnas Indonesia Tinggalkan AFF dan Gabung EAFF, Nomor 1 soal Kompetisi
Berikut lima kerugian Timnas Indonesia jika tinggalkan AFF dan gabung EAFF (Foto: MPI/Aldhi Chandra)
A
A
A

5 kerugian jika Timnas Indonesia tinggalkan AFF dan gabung EAFF, akan dibahas Okezone. Sebagaimana diketahui, PSSI mendapatkan desakan dari netizen Tanah Air untuk meninggalkan AFF usai insiden gugurnya Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2022.

Suporter Timnas Indonesia mendorong agar PSSI pindah ke Federasi Sepakbola Asia Timur (EAFF). EAFF bahkan menggoda suporter Timnas Indonesia dengan sebuah unggahan di instagram. Unggahan itu pun ramai dikomentari oleh suporter Timnas Indonesia. Akan tetapi, apakah menguntungkan jika Timnas Indonesia tinggalkan AFF dan gabung EAFF?

Berikut lima kerugian jika Timnas Indonesia tinggalkan AFF dan gabung EAFF:

5. Pamor Piala AFF Turun Drastis

Trofi Piala AFF (Foto:Laman resmi Piala AFF)

Piala AFF mendapatkan sorotan karena mempertemukan tim-tim terkuat di Asia Tenggara. Patut diakui, Indonesia adalah pasar yang besar untuk Piala AFF dengan antusiasme luar biasa dari suporter Skuad Garuda.

Jika PSSI hengkang, Piala AFF jelas kehilangan pamornya. Itu akan menjadi kerugian besar untuk AFF.

4. Timnas Indonesia Gagal Pecahkan Rekor Buruk di Piala AFF

Timnas Indonesia (Foto: PSSI)

Timnas Indonesia punya rekam jejak buruk di Piala AFF karena belum pernah keluar sebagai juara. Padahal, Timnas Indonesia adalah salah satu tim kuat di Asia Tenggara.

Prestasi terbaik Timnas Indonesia adalah menjadi runner-up sebanyak enam kali. Timnas Indonesia terakhir kali menjadi runner-up Piala AFF pada edisi 2020. Saat itu, Timnas Indonesia kalah dari Thailand yang meraih gelar juara Piala AFF keenam mereka. Jika Thailand jadi tim tersukses di Piala AFF, Timnas Indonesia adalah spesialis runner-up di turnamen ini.

3. Timnas Indonesia Harus Adaptasi dengan Iklim Asia Timur

Timnas Indonesia U-19 (Foto: MPI/Aldhi Chandra)

Jika gabung EAFF, Timnas Indonesia akan bermain di Asia Timur. Para pemain Timnas Indonesia tentu harus beradaptasi lagi dengan iklim di Asia Timur yang berbeda dengan Asia Tenggara.

Bermain di Asia Tenggara tentu lebih mudah untuk Timnas Indonesia. Sebab, iklim negara-negara di Asia Tenggara hampir sama dengan Indonesia sehingga tidak perlu adaptasi lagi.

2. Timnas Indonesia Butuh Biaya Lebih Besar untuk Mentas di Kompetisi EAFF

Muhammad Ferrari (Foto: MPI/Aldhi Chandra)

PSSI pun harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk berkompetisi di EAFF. Sebab, Timnas Indonesia akan menempuh jarak lebih jauh untuk bertanding di Asia Timur.

1. Timnas Indonesia Belum Tentu Dapat Level Kompetisi yang Bagus

Timnas Indonesia U-19 (Foto: MPI/Aldhi Chandra)

EAFF memang menjadi induk dari tim-tim kuat Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan. Harapan suporter Timnas Indonesia adalah Skuad Garuda bisa bersaing dengan tim-tim kuat tersebut sehingga level pasukan Shin Tae-yong meningkat.

Namun, sistem kompetisi di EAFF membuat Timnas Indonesia belum tentu bersua dengan tim-tim kuat Asia Timur. Sebab, kompetisi EAFF memakai sistem kualifikasi berlapis hingga tiga babak. Biasanya, tim-tim kuat Asia Timur baru bermain di babak ketiga. Jika Timnas Indonesia gagal mencapai babak ketiga, Skuad Garuda akan berhadapan dengan tim-tim lemah Asia Timur.

Sementara itu, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan tim-tim elite Asia Tenggara di Piala AFF, seperti Thailand dan Vietnam. Kedua tim itu punya level di atas tim-tim lemah Asia Timur.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement