Share

Blak-blakan, Jose Mourinho Ungkap Rahasianya Jadi Salah Satu Pelatih Terhebat di Dunia

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 51 2615443 blak-blakan-jose-mourinho-ungkap-rahasianya-jadi-salah-satu-pelatih-terhebat-di-dunia-sKI4EBVNGx.jpg Jose Mourinho kala mendampingi AS Roma berlaga. (Foto: Reuters)

ROMA Jose Mourinho menjadi salah satu pelatih terhebat di dunia. Dia pun secara blak-blakan membeberkan rahasianya bisa menorehkan kesuksesan seperti saat ini di berbagai klub elite dunia, seperti Real Madrid, Chelsea, dan kini AS Roma.

Ya, Mourinho memang sudah pernah menangani banyak klub elite di dunia dan selalu berhasil mempersembahkan gelar juuara. Selain di Tottenham Hotspur, Mourinho selalu berhasil menyumbang trofi untuk klub yang ditukanginya.

Jose Mourinho

Mulai dari FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United, semua sudah merasakan bagaimana hebatnya entrenador asal Portugal itu. Tak ayal, dia pun dijuluk The Special One.

Yang teranyar, pelatih berusia 59 tahun itu membawa Giallorossi –julukan Roma- menjuarai Liga Konferensi Eropa 2021-2022 pada musim pertamanya di Olimpico. Hebatnya lagi, gelar tersebut merupakan trofi besar pertama bagi Roma sejak 2008. Ini juga merupakan gelar kelima di level Eropa yang didapat sepanjang sejarah klub.

Gelar tersebut pun semakin memperkuat bahwa Mourinho merupakan salah satu pelatih terbaik di muka bumi. Dia pun mengungkapkan bagaimana caranya bisa menjadi sukses seperti itu.

BACA JUGA: 10 Pelatih Sepak Bola dengan Bayaran Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Kantongi Rp760 Miliar per Tahun

“Saya pikir saya memiliki hubungan yang sehat dengan stres. Tidak merasakan apa pun tidak baik, sama seperti merasa terlalu banyak. Jadi, penting untuk memiliki keseimbangan yang baik, serta pengalaman untuk menghadapinya,” kata Mourinho, dilansir dari Football Italia, Rabu (22/6/2022).

BACA JUGA: AS Roma Rekrut Nemanja Matic, Francesco Totti Dukung Keputusan Jose Mourinho

“Saya pikir kunci kesuksesan adalah tidak pernah bahagia dengan apa yang Anda miliki. Ketika Anda memenangkan beberapa medali, Anda menginginkan lebih,” imbuhnya.

“Ketika Anda mencetak gol, Anda ingin mencetak lebih banyak. Semuanya berputar di sekitar kata bahkan lebih. Itu tidak pernah cukup. Perasaan ini tidak ada hubungannya dengan usia, ini berkaitan dengan kepribadian,” imbunya.

The Special One pertama kali mendobrak panggung Eropa ketika memenangkan Liga Portugal, Piala Portugal, dan Liga Eropa dengan FC Porto pada 2002-2003. Lalu, semusim berikutnya, dia berhasil merengkuh trofi Liga Champions 2003-2004 sebagai tim kuda hitam.

Setelah itu, Mou –sapaan Mourinho- hijrah ke Chelsea dan menyabet dua gelar Liga Inggris. Kemudian, dia pindah ke Inter Milan, di mana mendapatkan treble winner pada musim 2009-2010, dengan menjuarai Liga Champions, Liga Italia, dan Coppa Italia.

Jose Mourinho

Mourinho kemudian pindah ke Real Madrid dan sukses membawa tim itu meraih berbagai gelar juara bergengsi. Di antaranya, ada Liga Spanyol dan Copa del Rey.

Kemudian, dia kembali ke Stamford Bridge. Mourinho pun kembali menyumbang satu gelar Liga Inggris. Lalu, dia juara Liga Eropa 2016-2017 dengan Man United, yang menjadi trofi terakhirnya sebelum juara Liga Konferensi Eropa 2021-2022 bersama Roma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini