Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertama dalam Sejarah, Laga Liga Jerman Dihentikan Supaya Pesepakbola Muslim Bisa Buka Puasa

Ramdani Bur , Jurnalis-Selasa, 12 April 2022 |07:50 WIB
Pertama dalam Sejarah, Laga Liga Jerman Dihentikan Supaya Pesepakbola Muslim Bisa Buka Puasa
Laga Augsburg vs Mainz dihentikan sejenak supaya pemain Mainz bisa berbuka puasa. (Foto: @bola_keren.id)
A
A
A

PERTAMA dalam sejarah, laga Liga Jerman berhenti sejenak supaya pemain bisa berbuka puasa. Momen itu terjadi saat Augsburg menjamu Mainz 05 di laga tunda pekan ke-26 Liga Jerman 2021-2022 pada Rabu 6 April 2022 malam WIB.

Kala itu ketika pertandingan memasuki menit 65, wasit Mathias Jollenbeck yang memimpin jalannya pertandingan memberi kesempatan kepada satu pemain Mainz 05 yang hendak berbuka puasa. Pemain yang dimaksud adalah Moussa Niakhate.

Augsburg vs Mainz

(Momen Niakhate saat berbuka puasa)

Setelah diberi kesempatan untuk minum, Moussa Niakhate langsung menghampiri wasit tanda berterima kasih. Tak lama setelah itu, laga kembali dilanjutkan.

Di laga tersebut, Augsburg menang 2-1 atas Mainz. Hal serupa kembali terjadi di lanjutan pekan ke-29 Liga Jerman 2021-2022 yang mempertemukan RB Leipzig vs Hoffenheim pada Senin, 11 April 2022 dini hari WIB.

Saat itu, wasit yang memimpin pertandingan, Bastian Dankert, menghentikan pertandingan ketika laga menginjak menit ke-30. Sekadar diketahui, waktu kick off laga RB Leipzig dan Hoffenheim berlangsung pada pukul 19.30 WIB.

Sementara itu, adzan maghrib di Kota Leipzig berkumandang pada pukul 20.00 WIB. Alhasil, wasit yang memimpin pertandingan memberi waktu kepada bek RB Leipzig yang beragama Islam, Mohamad Simakan, untuk berbuka puasa.

Di akun Twitter-nya, Mohamad Simakan pun mengucapkan terima kasih. Ia terharu otoritas liga terutama wasit memberikannya kesempatan berbuka puasa di tengah pertandingan.

Mohamad Simakan

(Mohamad Simakan, pemain muslim milik RB Leipzig)

“Terima kasih kepada wasit dan para pemain karena memberi saya beberapa menit untuk berbuka puasa,” jelas Mohamad Simakan di akun Twitter-nya.

Momen pemain berbuka puasa di tengah pertandingan memang banyak. Namun, jarang ada wasit yang menghentikan laga sejenak demi memberi waktu pemain muslim berbuka puasa.

Biasanya, si pemain berbuka puasa ketika ada momen pemain cedera atau kejadian unik lainnya. Tentu masih ingat dalam hangatan ketika kiper Tunisia, Mouez Hassen, pura-pura cedera di laga Tunisia vs Portugal, tepatnya di fase grup Piala Dunia 2018.

Di saat tim medis memberi perawatan kepada Mouez Hassen, seluruh pemain Tunisia berbuka puasa. Karena itu, apa yang ditunjukkan wasit-wasit Liga Jerman layak mendapatkan apresiasi.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement