SEKELOMPOK jurnalis asal benua Amerika Selatan yang sedang bertugas di Ukraina, sempat ditahan oleh pihak polisi setempat. Namun, para jurnalis itu berhasil lolos dari penahanan, karena nama Diego Maradona dan Lionel Messi.
Rombongan jurnalis itu diketahui sedang bertugas meliput invasi militer Rusia ke Ukraina. Akan tetapi, terdapat kisah menarik yang dialami oleh para jurnalis ketika sedang berjalan ke lokasi liputan.

Sebab, sebelum sampai di lokasi kejadian mereka diinterogasi oleh polisi Ukraina. Hal tersebut dikarenakan polisi Ukraina tidak ingin kebobolan adanya mata-mata dari Rusia. Polisi yang bertugas mengecek semua dokumen dan ponsel yang dimiliki oleh para jurnalis.
Kemudian para polisi itu langsung mengajukan beberapa pertanyaan kepada para jurnalis. Tentu saja kondisi seperti itu membuat hati para jurnalis ketar-ketir. Wajar saja, mereka pasti takut ditahan dan dianggap mata-mata Rusia.
Tetapi kecurigaan itu langsung hilang ketika salah seorang polisi melihat dokumen dan ponsel dari salah satu jurnalis dalam rombongan itu ternyata berasal dari Argentina. Polisi tersebut langsung berbicara menggunakan bahasa Ukraina kepada rekannya.
Rombongan jurnalis itu tidak mengerti yang dibicarakan oleh polisi tersebut. Namun, para jurnalis mendengar kata Messi dan Maradona terlontar dari percakapan itu. Ternyata polisi itu melihat satu ponsel milik jurnalis bernama Guillermo Panizza, terdapat foto dirinya bersama Messi.
Kemudian, seorang juru kamera langsung menunjukan tato Maradona, yang terdapat di bagian betisnya, kepada polisi Ukraina. Dari situ ketegangan mencair, hingga para jurnalis dilepaskan oleh polisi.