Prancis Juara UEFA Nations League 2020-2021, Paul Pogba pun Jawab Kritik Roy Keane

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 51 2485656 prancis-juara-uefa-nations-league-2020-2021-paul-pogba-pun-jawab-kritik-roy-keane-LSTZ25NOEq.jpg Paul Pogba bantu Timnas Prancis juara UEFA Nations League 2020-2021 (Foto: Reuters)

MILAN - Paul Pogba jadi salah satu kunci keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Prancis) untuk menjuarai UEFA Nations League 2020-2021. Selain kemampuan mengolah si kulit bundar, Pogba juga membantu Prancis dengan kepimpinannya.

Hal itu pun seakan menjawab kiritik yang dilontarkan legenda Manchester United, Roy Keane, kepada Pogba. Menurut Keane, galandang Man United itu tidak memiliki karakter pemimpin.

Paul Pogba (Foto: Reuters)

Komentar Keane berdasarkan kekalahan Setan Merah di leg II semifinal Liga Eropa 2020-2021 pada Mei silam. Saat itu, Man United dikalahkan AS Roma 2-3.

“Sekali lagi, saya melihat ke belakang dan berpikir Man United harus bersaing di Liga Champions. Tetapi, saya masih tidak berpikir Pogba akan membuat Man United kembali untuk memenangkan kejuaraan,” kata Keane, dilansir dari Daily Star, Kamis (14/10/2021).

BACA JUGA: Bantu Prancis Juara UEFA Nations League, Paul Pogba Belum Puas

“Saya tidak berpikir dia adalah pemimpin besar. Saya tidak berpikir dia adalah tipe karakter seperti itu,” imbuhnya.

Namun, komentar Keane itu telah terbantahkan lewat sebuah video yang merekam aksi Pogba di ruang ganti Prancis saat melawan Belgia di semifinal UEFA Nations League.

Dia terlihat bersemangat dan memberikan motivasi untuk rekan-rekannya pada istirahat babak pertama. Saat itu, Les Bleus tertinggal dua gol dari Belgia.

Paul Pogba (Foto: Reuters)

Dalam video tersebut, Pogba mengatakan, bahwa Les Bleus harus bermain agresif untuk bisa membalikkan keadaan. Dia ingin pasukan Didier Deschamps menguasai bola lebih banyak dan menerapkan permainan menyerang.

“Kita harus agresif. Itu dimulai dari depan sampai ke belakang, kita memenangkan bola kembali dan kita menyerang!” ucap pemain berusia 28 tahun itu.

“Dan ya kita akan banyak berlari karena mereka (Belgia) memiliki pemain berkualitas, tetapi kita juga punya. Kita harus menjaga bola & melukai mereka. Babak kedua kita harus agresif,” ujarnya.

Motivasi itu berbuah manis karena Prancis membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada akhir pertandingan. Pada akhirnya, Prancis pun juara usai mengalahkan Spanyol 2-1 di final.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini