ISTANBUL - Mesut Ozil kembali menjadi sorotan karena ulahnya yang melempar rompi ke arah pelatih Fenerbahce, yakni Vitor Pereira. Diduga Ozil kesal karena disepanjang pertandingan Fenerbahce vs Kasimpasa ia justru dicadangkan.
Insiden tersebut bermula saat Ozil tak diberi kesempatan bermain pada saat Fenerbahce berhadapan dengan Kasimpasa dalam laga lanjutan Liga Turki 2021-2022, Minggu 3 Oktober 2021. Pada laga tersebut Ozil berada dibangku cadangan.
Padahal sudah banyak pihak yang memprediksi Ozil akan bermain pada laga tersebut. Sebab Ozil sempat absen saat timnya berhadapan melawan Olympiacos pada ajang Liga Eropa 2021-2022.
Baca Juga: Mesut Ozil, Karier Sepakbolanya Hancur karena Bela Muslim Uighur

Pada laga itu sejatinya Fenerbahce berhasil menang atas Kasimpasa dengan skor akhir 2-1. Meski mendapat kemenangan tampaknya Ozil tak senang dengan keputusan pelatih mencadangkannya pada laga tersebut.
Alhasil, pemain berusia 32 tahun itu melampiaskan emosinya dengan melempar rompi ke arah pelatih. Lantas perbuatannya menjadi perdebatan dan disorot banyak orang.
Hal itu mengundang reaksi Presiden Fenerbahce yakni Ali Koc. Menurutnya, perbuatan Ozil tersebut tak membuat keretakan hubungannya bersama Pereira.
Lebih lanjut, Ali Koc menjelasakan bahwa sangat mengerti dengan apa yang dirasakan Ozil. Ia menambahkan ahwa Ozil ingin sekali membantu timnya dalam setiap pertandingan.
“Mimpi terbesar pelatih adalah memainkan pertandingan pada hari Kamis di bawah kepemimpinan Mesut,” ucap Alic Koc, dilansir dari Goal Internasional, Rabu (6/10/2021)
“Mimpi terbesar Mesut adalah untuk menunjukkan kemampuannya di Eropa sekali lagi, tetapi dia tidak beruntung karena dia jatuh sakit,” imbuhnya.
"Mesut datang ke sini untuk menjadi pemimpin skuad yang akan membuat Fenerbahce juara setelah tujuh tahun. Dia akan melakukan itu juga. Dia akan menunjukkan kepada dunia siapa dia,” imbuhnya.
Ozil sendiri sebenarnya memiliki peranan yang penting dalam klub Fenerbahce pada musim ini. Namun cedera membuatnya tak bisa terlalu banyak berkontribusi.
(Rachmat Fahzry)