3. Alex Song (AS Arta)
Setelah musim 2011-20112 bersama Arsenal dengan menghasilkan 14 assist, Alex Song direkrut oleh Barcelona dengan biaya 19 juta euro. Bermain bersama Mikel Arteta, Song menikmati kebebasan penuh di lini tengah Arsenal yang dinamis.
Barcelona pun menandatangani pemain internasional Kamerun pada 2012. Mengingat sifatnya yang serba bisa, Song diharapkan dapat mengurangi tekanan dari Sergio Busquets, serta memberikan kreativitas tambahan untuk tim. Namun, Song gagal total di Camp Nou.

Dia kemudian dikirim dengan status pinjaman ke West Ham United antara 2014-2016. Hanya saja dia gagal tampil mengesankan. Barcelona akhirnya melepas Song pada 2016.
Setelah serangkaian musim mengecewakan di Rusia dan Swiss, gelandang bertahan itu menghabiskan sebagian besar kariernya pada 2020 tanpa klub. Pemain berusia 34 tahun itu sekarang dikontrak oleh klub asal Djibouti, AS Arta.
2. Dmytro Chygrynskiy (Ionikos Nikeas)
Tiga penampilan impresif melawan calon majikannya di musim 2008-09 sudah cukup meyakinkan pelatih kepala Barcelona, Pep Guardiola untuk memboyong Dmytro Chygrynskiy dari Shakhtar Donetsk. Ahli taktik Catalan menjadi penggemar berat pemain Ukrania itu di lini belakang dan membayar 25 juta euro untuk mengamankan servisnya.

Bek tengah berambut panjang itu menjadi andalan di tim Shakhtar yang menarik sebelum pindah ke Spanyol. Namun, ia ternyata bermain di Barcelona.
Setelah hanya 14 penampilan, presiden Barca saat itu Sandro Rosell memutuskan untuk mengirimnya kembali ke Ukraina, yang bertentangan dengan keinginan Guardiola.
Chygrynskiy sekarang membela klub Yunani, Ionicos Nikeas. Dia direkrut pada tahun ini.