5 Pesepakbola Bintang yang Superkaya Setelah Gantung Sepatu, Nomor 1 Punya Harta Rp399 Triliun!

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 27 September 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 51 2477570 5-pesepakbola-bintang-yang-superkaya-setelah-gantung-sepatu-nomor-1-punya-harta-rp399-triliun-AQmDrchu58.jpg Mathieu Flamini makin kaya usai pensiun pada 2019 silam (Foto: Twitter/@mathieuflamini)

SEPAKBOLA adalah dunia yang bisa mengubah hidup seseorang. Anda pasti sering mendengar kisah seorang pesepakbola yang berubah dari miskin menjadi kaya raya usai terjun ke dunia sepakbola profesional.

Beberapa pesepakbola bahkan menjadi lebih kayak usai pensiun. Berikut lima pesepakbola bintang yang superkaya usai gantung sepatu, melansir dari Give Me Sport, Senin (27/9/2021).

5. Sun Jihai

Sun Jihat (Foto: Sportskeeda)

Daftar ini akan dimulai dengan nama yang mungkin asing untuk sebagian telinga Anda, yaitu Sun Jihai. Dia adalah pesepakbola asal China yang pernah main di Liga Inggris bersama Manchester City pada 2002-2008.

Setelah pensiun pada 2016, Jihai mendirikan perusahan yang mendapatkan dukungan dari China Media Capital, sebuah perusahaan ekuitas senilai lebih dari USD60 miliar. Perusahaan Jihai pun memiliki 30 persen saham City Football Group.

Setelah tiga tahun berdiri, perusahaan Jihai memiliki 400 juta pengguna di China. Jihai mungkin tidak memiliki trofi saat masih aktif bermain, tetapi dia sangat sukses sebagai pebisnis usai pensiun.

4. Robbie Fowler

Robbie Fowler (Foto: Reuters)

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, pun masuk dalam daftar ini. Pria dengan julukan The God ini cukup sukses seabgai pesepakbola dengan meraih banyak trofi bergengsi.

Setelah pensiun pada 2015 silam, kekayaan Fowler justru bertambah. Kunci dari kekayaan Fowler adalah investasi. Dia melakukan investasi di bidang properti dan terjun ke bisnis pacuan kuda hingga memiliki perusahaan promosi olahraga sejak 1990-an. Kekayaan bersih Fowler diyakini telah melampaui 30 juta poundsterling (sekira Rp585 miliar).

3. Ramon Vega

Ramon Vega (Foto: Istimewa)

Nama asing kembali muncul dalam daftar ini, yaitu Ramon Vega. Pria asal Swiss itu tidak pernah memperkuat klub raksasa sepanjang kariernya. Dia hanya pernah membela Tottenham Hotspur pada 1997-1999 yang saat itu dipandang sebelah mata.

Kendati demikain, dia tetap mampu hidup makmur. Kekayaan Vega bahkan bertambah usai pensiun pada 2003 karena dia terjun ke dunia investasi dan keuangan. Dia kini memiliki perusahaan ekuitas yang mengelola 650 juta poundsterling (sekira Rp12 triliun) dana klien.

Kekayaan membuat Vega pernah mencoba untuk membeli Porsmouth pada 2009 dan mencoba menjadi Presiden FIFA pada 2015, tetapi gagal. Meski begitu, dia hidup sangat makmur sekarang.

2. Thomas Gravesen

Thomas Gravesen (Foto: Sportskeeda)

Thomas Gravesen pernah membuat kejutan dengan pindah dari Everton ke Real Madrid pada musim dingin 2005. Meski hanya enam bulan di Santiago Bernabeu, namanya pernah terpampang sebagai salah satu pemain Madrid.

Gravesen pensiun pada 2008, lalu dia melakukan investasi yang membuatnya makin kaya. Gravesen juga menndapatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pengamat sepakbola di negaranya, Denmark.

1. Mathieu Flamini

Mathieu Flamini (Foto: Istimewa)

Posisi pertama dalam daftar ini ditempati oleh Mathieu Flamini. Pemain Prancis ini bersinar saat membela AC Milan dan Arsenal. Usai pensiun pada 2019 silam, Flamini bergabung dengan perusahaan biokimia.

Bersama mitra bisnis Pasquale Granata, mantan pesepakbola asal Prancis itu telah menjadikan perusahaannya menjadi pemimpin industri dalam memproduksi asam Levulinic, bahan bakar dari limbah pabrik yang dapat digunakan dalam pembuatan plastik. Dari usaha ini, dia diperkirakan pendapatan senilai USD28 miliar atau sekira Rp399 triliun.

Meski sukses dari limbah plastik, Flamini juga sangat memperhatikan keberlangsungan lingkungan. Flamini telah merilis majalah pertama di dunia yang didedikasikan untuk keberlangsungan lingkungan dan telah menciptakan jurusan baru di universitas yang berfokus pada bio-ekonomi. Flamini tampaknya menjadi lebih kaya dan sukses setelah pensiun dengan perusahaan biokimia miliknya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini