OKTOVIANUS Maniani adalah salah satu pesepakbola Tanah Air yang naik daun pada 2010-an. Dia terkenal dengan kelincahannya menggiring bola di sisi lapangan. Sekarang, pemain berusia 30 tahun itu dikabarkan menjadi salah satu anggota dari Partai Gelommbang Rakyat (Gelora) Indonesia.
Partai tersebut merupakan partai asuhan Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfuz Sidik. Bergabungnya pemain asal Papua itu dianggap sebagai representasi dan semangat Indonesia Timur.

Okto lahir di Jayapura, 27 Oktober 1990. OKto mengawali karier profesionalnya bersama PSMS Medan pada musim 2008-2009. Terakhir, dia bermain untuk Persiba Balikpapan di Liga 2 musim 2020-2021.
Nama Okto melejit dan menjadi populer saat dirinya membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2010. Saat itu, Okto bermain untuk Sriwijaya FC di level klub.
BACA JUGA: Pilih Perdalam Agama karena Takut Kiamat, Kiper Ini Tolak Gabung Manchester United
Okto debutnya di Piala AFF 2021 saat berusia 20 tahun 51 hari. Akan tetapi, Okto gagal membawa Timnas Indonesia meraih gelar Piala AFF untuk pertama kalinya. Timnas Indonesia takluk dari Malaysia pada pertandingan puncak dengan agregat 4-2.
Penampilan gemilang Okto di Piala AFF 2010 membuat para pencinta sepakbola Tanah Air terkesan. Dia pun sempat masuk ke daftar 10 pemain potensial Asia yang layak bermain di Eropa.
Setahun berselang, penampilan mengesankan pemain asal Papua itu membuat juru taktik Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, jatuh hati. Okto dipanggil kembali untuk tampil di SEA Games 2011. Sayangnya, Timnas Indonesia U-23 gagal meraih medali emas setelah dijegal Malaysia pada partai final lewat babak adu penalti.
Sejak itu, karier Okto mengalami penurunan. Dia beberapa kali membuat ulah dengan tindakan-tindakan tidak disiplin. Saat membela Borneo FC di musim 2015, Okto sempat bermain sinetron. Karena kesibukannya tersebut, Borneo FC memutuskan kontrak dengannya.

Ulah Okto tidak sampai disitu karena dia kembali berulah saat membela Persewar Waropen yang tampil di Liga 2 pada musim 2019. Okto mendapat hukuman larangan bermain selama enam bulan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi tersebut dijatuhkan karena dia menusuk perut wasit dengan gagang bendera saat laga Persewar melawan Mitra Kukar.
Aksi itu menjadi salah satu momen puncak yang menyebabkan hancurnya karier Okto. Selepas hukuman tersebut, pemain asal Jayapura itu dikontrak oleh Persiba Balikpapan hingga sekarang.
Okto pernah menjadi idola para pencinta sepakbola Tanah Air. Dia diharapkan bisa bangkit sehingga performanya kembali seperti sedia kala.
(Andika Pratama)