5 Pemain yang Tak Diduga Menangkan Trofi Ballon dOr, Nomor 1 Pemain Keturunan Indonesia

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 51 2453092 5-pemain-yang-tak-diduga-menangkan-trofi-ballon-dor-nomor-1-pemain-keturunan-indonesia-qxfgPR97DY.jpg Penampilan trofi Ballon dOr. (Foto: Twitter/@francefootball)

BALLON dOr jadi salah satu penghargaan bergengsi yang didambakan semua pesepakbola di dunia. Sebab, penghargaan ini hanya diberikan kepada pesepakbola terbaik di dunia setiap tahunnya.

Dalam beberapa musim terakhir, nama peraih trofi Ballon dOr pun didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Messi sudah merengkuh enam trofi, sementara Ronaldo baru lima.

BACA JUGA: 5 Rekor Prestisius yang Dicetak Lionel Messi di Barcelona, Nomor 1 Bikin Kaget

Messi pun diprediksi bisa memperoleh trofi ketujuh pada tahun ini karena kiprah manisnya bersama Barcelona dan Timnas Argentina di sepanjang musim lalu. Terlepas dari dua nama itu, ada sederet pesepakbola lain yang pernah merebut trofi Ballon dOr.

BACA JUGA: 5 Kandidat Peraih Trofi Ballon dOr 2021 hingga Agustus, Nomor 1 Dijagokan Fabrizio Romano

Beberapa nama bahkan terbilang tak terduga. Siapa saja mereka? Berikut lim pemain yang tak diduga memenangkan trofi Ballon dOr.

5. Pavel Nedved

Di urutan kelima, ada nama Pavel Nedved. Dia saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Juventus. Saat masih aktif bermain, gelandang asal Republik Ceko itu dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Nedved adalah salah satu pemain tersukses yang muncul dari Republik Ceko.

Pavel Nedved

Nedved bergabung dengan Juventus pada 2001 setelah lima musim yang sangat sukses di Lazio, di mana dia memenangkan tujuh trofi. Nedved direkrut untuk menggantikan legenda Prancis, Zinedine Zidane, yang bergabung dengan Real Madrid. Nedved dengan cepat masuk ke tim dan membantu Juventus meraih gelar Liga Italia.

Musim keduanya membawa kesuksesan lebih lanjut. Dia membantu Juventus meraih gelar liga berturut-turut serta tempat di final Liga Champions. Skorsing memaksa Nedved absen dalam pertandingan perebutan gelar Liga Champions.

Dominasi Nedved dengan Juventus musim itu membantunya memenangkan beberapa penghargaan individu. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Serie A dan juga Pemain Terbaik Asing Seri A. Tak hanya itu, dia juga memenangkan penghargaan Ballon dOr pada 2003.

4. Igor Belanov

Berikutnya, ada nama Igor Belanov. Dia bukanlah nama yang diingat banyak orang di dunia sepakbola. Tetapi, Igor Belanov berhasil memenangkan penghargaan Ballon dOr pada 1986.

Penghargaan ini diraih setelah dirinya finis di atas Gary Lineker dalam nominasi perebutan trofi Ballon dOr. Gelar ini dirasa pantas didapatkan Belanov karena kiprahnya yang luar biasa.

Igor Belanov

Dia bergabung dengan Dynamo Kyiv pada 1985 dan membantu mereka memenangkan Liga Soviet dan Piala Soviet di musim debutnya. Pada musim berikutnya, dia membantu klubnya meraih gelar liga lagi serta Piala Winners UEFA, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak.

Selain bersama Dynamo Kyiv, Belanov juga membantu Timnas Ukraina di Piala Dunia FIFA 1986. Meski Ukraina tersingkir di babak 16 besar, penyerang Dynamo Kyiv itu berhasil merebut Bronze Boot dalam kompetisi tersebut.

3. Jean-Pierre Papin

Di urutan ketiga, ada nama Jean-Pierre Papin. Dia memenangkan penghargaan Ballon dOr pada 1991 saat membela Marseille. Pemain asal Prancis itu adalah satu-satunya pemain yang memenangkan Ballon dOr saat bermain untuk klub Prancis.

Jean-Pierre Papin

Papin kembali ke Prancis pada 1986 setelah menghabiskan musim yang sangat produktif di Belgia bersama Club Brugge. Striker asal Prancis itu hanya berhasil mencetak 16 gol dalam musim debutnya dan 23 gol berikutnya untuk Marseille.

Tetapi, pada musim ketiganya, Papin tampil menggila. Dia mencapai angka 30 gol untuk empat musim berturut-turut. Pada musim 1990-1991, Papin membantu Marseille meraih gelar Liga Prancis ketiga berturut-turut serta satu tempat di final Liga Champions.

Papin mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Prancis. Dia juga merupakan pencetak gol terbanyak Liga Champions. Papin akhirnya dinobatkan sebagai pemenang Ballon dOr pada 1991, mengungguli pemain Inter Milan Lothar Matthaus dan pemain Yugoslavia Darko Pancev serta Dejan Savicevic.

2. Matthias Sammer

Kemudian, ada nama Matthias Sammer. Dia mengalahkan Ronaldo Nazarop dan legenda Newcastle, Alan Shearer, untuk mendapatkan penghargaan Ballon dOr pada 1996.

Sammer menjalani musim luar biasa di musim penuh pertamanya bersama Borussia Dortmund. Dia dipindahkan ke bek tengah dan pergantian itu menghasilkan keajaiban bagi timnya. Bek itu membantu Dortmund meraih gelar Liga Jerman dan Piala Super DFB berturut-turut.

Matthias Sammer

Setelah memenangkan gelar juara ganda domestik dengan Dortmund pada 1996, Sammers mewakili Timnas Jerman di Kejuaraan Eropa pada musim panas itu. Dia membantu Jerman merebut gelar juara.

Penghargaan individu dan tim yang dikumpulkan Sammer pada 1996 mencapai puncaknya dengan memenangkan penghargaan Ballon dOr dari Jerman. Dalam prosesnya, Sammer menjadi bek pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak rekan senegaranya Franz Beckenbauer.

1. Ruud Gullit

Terakhir, ada nama Ruud Gullit. Pemain keturunan Indonesia ini dikenal luas karena dominasinya di AC Milan dan Timnas Belanda. Hal yang sama membantu Gullit memenangkan penghargaan Ballon dOr pada 1987, setahun setelah kemenangan Belanov.

Gullit bergabung dengan AC Milan pada 1987 dari PSV, di mana dia memenangkan gelar Eredivisie berturut-turut dan mencetak 53 gol dalam dua musim. Gullit, di musim debutnya bersama Milan, membantu klub meraih gelar Serie A pertama mereka dalam sembilan tahun.

Ruud Gullit

Bermain dominan di sayap kanan, Gullit mencetak 13 gol di semua kompetisi dalam kampanye debutnya untuk Milan. Penampilan Gullit dengan PSV di musim terakhirnya di AC Milan membuatnya memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada 1987.

Dia menghabiskan lima musim lagi di Italia, dengan AC Milan, dan memenangkan delapan trofi lagi. Serelah itu, Gullit bergabung dengan Sampdoria pada 1993.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini