Punya Gaji Selangit, 5 Pesepakbola Muslim Ini Bangun Masjid

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 19 April 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 51 2397123 punya-gaji-selangit-5-pesepakbola-muslim-ini-bangun-masjid-W7tBYOJzHa.jpg Dembele (tenga) saat merayakan Idul Fitri bersama keluarga. (Foto: Instagram/@O.dembele7)

SEJUMLAH pesepakbola muslim yang berkarier di Eropa tidak lupa daratan. Meski mempunyai harta berlimpah, mereka tidak lupa yang namanya bersedekah.

Ambil contoh winger Liverpool, Sadio Mane. Mempunyai gaji 150.000 pounds atau setara Rp3 miliar per pekan, Sadio Mane tidak lupa untuk menyisihkan rezekinya.

Ia diketahui membangun masjid dan sejumlah fasilitas umum di negaranya Senegal. Meski begitu, bukan cuma Mane, pesepakbola muslim yang membangun masjid. Lantas, siapa saja?

Berikut 5 pesepakbola muslim yang bangun masjid:

5. Ousmane Dembele (Barcelona)

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele didatangkan Barcelona seharga 130 juta euro (Rp2,62 triliun) pada musim panas 2017. Sejak saat itu, pendapatan Ousmane Dembele terdongkrak dan tak pikir dua kali untuk menolong sesama.

Menurut laporan About Islam, Dembele membangun masjid di negara leluhurnya, Mauritania, kelar Piala Dunia 2018. Bisa dibilang 2018 merupakan tahun yang indah bagi Dembele.

Sebab, di tahun tersebut ia berhasil menunaikan keinginannya membangun masjid. Beberapa bulan sebelumnya, Ia membantu Prancis juara Piala Dunia 2018.

4. Mohamed Salah (Liverpool)

Mohamed Salah

Bisa dibilang Mohamed Salah sebagai ikon pesepakbola muslim yang mentas di Eropa. Bahkan, pemain asal Mesir ini memberikan pengaruh tersendiri. Menurut studi yang ada, semenjak Mohamed Salah datang di Liverpool, aksi kekerasan yang dialami umat muslim di Inggris mengalami penurunan.

Mohamed Salah pun bangga menunjukkan identitasnya sebagai orang Islam. Hampir tiap kali mencetak gol, Mohamed Salah melakukan selebrasi dengan melakukan salah satu gerakan salat, yakni sujud.

Menurut laporan Calciomercato, Mohamed Salah pernah membangun masjid tatkala masih membela Fiorentina. Mohamed Salah membuat masjid di wilayah Tuscany, Kota Florence yang notabene markas Fiorentina.

3. Demba Ba (Istanbul Basaksehir)

Demba Ba

Sebelum berkarier di Liga Turki bersama Istanbul Basaksehir, Demba Ba sempat berkarier di Liga Inggris bersama Newcastle United dan Chelsea. Bahkan satu gol Demba Ba saat berseragam Chelsea, menggagalkan ambisi Liverpool menjuarai Liga Inggris 2013-2014.

Terlepas dari kesuksesannya sebagai pesepakbola, Demba Ba dikenal penganut Islam yang taat. Menurut laman About Islam, Demba Ba membangun sebuah masjid di kampung halamannya yang berada di Senegal.

2. Sadio Mane (Liverpool)

Sadio Mane

Sadio Mane lahir di Sedhiou, Senegal. Tahu kota kelahirannya agak tertinggal ketimbang daerah lain di Senegal, Sadio Mane pun menggerakkan hatinya. Pemain andalan Liverpool itu diketahui membangun sejumlah infrastruktur penting di Senegal. Tidak hanya rumah sakit, Mane juga mengeluarkan uangnya untuk membangun masjid.

Tidak sampai di situ, Sadio Mane juga membangun sekolah di negara asalnya. Untuk membangun sekolah ini, Mane diperkirakan mengeluarkan 250 ribu pounds atau sekira Rp5 miliar.

1. Frederic Kanoute (Pensiun)

Frederiic Kanoute

Mantan pesepakbola Mali, Frederic Kanoute, membangun masjid di Kota Sevilla, Spanyol. Menggunakan kampanye "Kanoute 4 Seville Mosque”, ia sanggup mengumpulkan dana USD1 juta atau setara Rp14,5 miliar.

Kemudian, uang tersebut digunakan Kanoute untuk membangun masjid. Sekadar informasi, masjid yang dibangun tersebut merupakan yang pertama di Kota Sevilla, setidaknya dalam 700 tahun terakhir.

"Di sini di Sevilla, dengan komunitas Muslim yang terus tumbuh, saya pikir menjadi perlu untuk memiliki tempat yang lebih besar. Jadi sekarang saya pikir inilah saatnya bagi mereka untuk memiliki tempat ibadah yang lebih bermartabat,” ujar Kanoute, mengutip dari The National.

“Namun, (Masjid) tidak hanya bagi seluruh komunitas untuk berkumpul bersama dan terutama generasi berikutnya sehingga mereka tidak hanya dapat belajar agama, melainkan juga untuk memahami bahwa komunitas harus bersatu dan menjadi semacam ruang dialog multikultural antar komunitas," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini