Teknik Dasar Bertahan dan Transisi pada Futsal, Tips and Tricks dari Coach Panca Pauji

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 51 2394005 teknik-dasar-bertahan-dan-transisi-pada-futsal-tips-and-tricks-dari-coach-panca-pauji-Qls4ZLjlzx.jpg Futsal. (Foto: Istimewa)

PADA dasarnya, teknik dasar bertahan atau defend pada permainan futsal dibagi menjadi 3 jenis, yaitu man to man defense, mix defense, dan alternative zone defense. Untuk dapat secara tepat menerapkan salah satu jenis teknik bertahan itu di dalam tim, seorang pelatih harus memahami karakter bertahan dari masing-masing pemainnya.

Apabila tim mempunyai pemain dengan postur tubuh yang ideal dan kebugaran fisik yang bagus maka seorang pelatih dapat menerapkan strategi bertahan man to man. Dengan demikian diharapkan lawan akan kesulitan mengembangkan permainan dalam built up serangan.

Futsal

Namun apabila kondisi fisik pemain terbatas, maka perlu penyesuaian dengan menerapkan strategi alternative zone defense, agar pemain tetap bisa mengatur nafas untuk menjaga fokus dalam bertahan.

Selanjutnya adalah fase transisi. Fase transisi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu fase transisi positif dan fase transisi negative. Fase transisi positif, yaitu tim membangun serangan untuk menciptakan gol setelah berhasil mendapat bola atau merebut bola dari lawan.

BACA JUGA: Kiat Sukses di Luar Lapangan dari Atlet Futsal Tely Limas Sarendra

Sedangkan fase transisi negatif, adalah pada saat tim gagal membangun serangan atau bola berhasil direbut oleh lawan lalu tim kembali ke garis pertahanan sendiri untuk bertahan.

BACA JUGA: Belajar Strategi Futsal dari Coach Panca Pauji: Pahami Kekuatan Skuad

Ketika menerapkan fase transisi positif atau dari posisi bertahan ke menyerang, menurut coach Panca ada beberapa teknik dasar dalam membangun serangan. Teknik menyerang itu di antaranya membentuk formasi segitiga di depan, terdiri dari 2 flank dan 1 pivot.

“Dalam formasi ini ketika salah satu pemain berhasil mendapat bola, tim harus secepatnya melakukan transisi, apakah bola didorong ke tengah dan kedua sisi flank harus segera support dengan melakukan  passing yang potensial.” Demikian coach Panca menjelaskan.

Sementara itu dalam hal menerapkan fase transisi negatif atau dari posisi  menyerang menjadi bertahan, menurut coach Panca hal ini dapat dilakukan pada saat tim kekurangan orang di garis pertahanan sendiri.

Tim harus segera memutuskan untuk  mundur 10 sampai 12 meter dan menunda kontak dengan tim yang sedang menyerang, serta agar rekan pemain lain mendapat kesempatan untuk turun membantu bertahan.

Sangat fatal apabila dalam kondisi transisi bertahan ini salah satu pemain langsung mencoba untuk merebut bola karena akan sangat mudah dilewati lawan yang sedang unggul dalam jumlah pemain, dan bisa juga dilewati karena skill individu atau dieliminasi dengan passing satu dua.

Demikianlah teknik dasar bertahan dan transisi dalam permainan futsal dari coach Panca. “Pelatih harus detil dalam menerapkan taktik 3 fase itu,  yaitu menyerang, transisi dan bertahan,  yang telah kita bahas. Masing-masing fase harus dipelajari dari kedalaman skuad dan karakter setiap pemain.”  Demikian Coach Panca menutup tips and tricks kali ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini