Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Becus Jadi Pagar Betis, Cristiano Ronaldo Dituding Hanya Pedulikan Wajah Gantengnya

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 11 Maret 2021 |12:44 WIB
Tak Becus Jadi Pagar Betis, Cristiano Ronaldo Dituding Hanya Pedulikan Wajah Gantengnya
Aksi Cristiano Ronaldo (Foto: Reuters/Massimo Pinca)
A
A
A

TURIN – Tingkah Cristiano Ronaldo saat menjadi pagar hidup di laga Juventus vs FC Porto masih terus menjadi polemik. Mantan striker Bianconeri, Marcio Amoruso, menuding CR7 takut wajah gantengnya terluka gara-gara terhantam bola.

Ya, Cristiano Ronaldo dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tersingkirnya Juventus oleh FC Porto di Babak 16 Besar Liga Champions 2020-2021, Rabu 10 Maret dini hari WIB. Gara-garanya, pemain berpaspor Portugal itu tidak becus saat menjadi pagar betis.

Baca juga: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Kompak Tersingkir dari Liga Champions Musim Ini

FC Porto mendapat hadiah tendangan bebas di menit 114, sedikit di luar kotak penalti. Seperti biasa, para pemain Juventus berdiri dan berbaris membentuk pagar betis. Cristiano Ronaldo termasuk dalam barisan tersebut bersama Alvaro Morata dan Adrien Rabiot.

Cristiano Ronaldo balik badan

Ketika Sergio Oliveira melepaskan tembakan mendatar, Cristiano Ronaldo terlihat malah melompat alih-alih diam saja. Tak hanya melompat, pesepakbola berusia 36 tahun itu memalingkan badan sehingga bola lolos di kolong kakinya dan merobek jala gawang Wojciech Szczesny.

Baca juga: 2 Bukti Juventus Jual Cristiano Ronaldo pada Musim Panas 2021

Akibatnya, FC Porto mencetak gol kedua dan Juventus pun tersingkir setelah hanya menang 3-2. Berbagai tudingan pun mengarah kepada Cristiano Ronaldo, salah satunya dari Marcio Amoruso.

“Saya tidak akan pernah memintanya lagi menjadi pagar betis. Dia takut terkena bola di wajahnya karena terlalu memedulikan citranya,” tutur Marcio Amoruso, dikutip dari Goal, Kamis (11/3/2021).

Celakanya, Cristiano Ronaldo tidak mendapat pembelaan dari sang pelatih Andrea Pirlo. Pria berkebangsaan Italia itu malah terkesan menyalahkannya.

“Kami memilih pemain yang siap berdiri sebagai pagar betis. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya (menoleh ke belakang),” terang Andrea Pirlo.

Cristiano Ronaldo dijegal Agustin Marchesin (Foto: Reuters/Massimo Pinca)

“Mungkin mereka merasa posisi tendangan bebas terlalu jauh sehingga tidak merasakan adanya bahaya. Itu adalah kesalahan, tetapi biasanya tidak terjadi,” sergah pria berusia 41 tahun tersebut.

Kini, Juventus terpaksa merelakan satu trofi melayang dari pandangan mereka. Si Nyonya Tua hanya tinggal menyisakan dua kompetisi lagi untuk meraih trofi, yakni Liga dan Coppa Italia 2020-2021. Khusus untuk Coppa Italia, mereka sudah mencapai babak final dan akan menghadapi Atalanta.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement