Penyebab Laga Timnas Indonesia U-23 vs PS Tira Persikabo Batal Digelar, Ini Penjelasan Lengkap Kepolisian

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 51 2371853 penyebab-laga-timnas-indonesia-u-23-vs-ps-tira-persikabo-batal-digelar-ini-penjelasan-lengkap-kepolisian-r8R6jm0Gcs.jpg Timnas Indonesia U-23 (Foto: PSSI)

JAKARTA - Laga uji coba Timnas Indonesia U-23 melawan PS Tira Persikabo resmi dibatalkan. Laga yang serahusnya digelar pada Rabu (3/3/2021) pukul 20.00 WIB itu batal digelar lantaran belum mengantongi izin dari kepolisian.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut belum memiliki izin sehingga pihaknya mengarahkan pihak panitia untuk melengkapi izin terlebih dahulu.

Seperti diketahui, sejatinya pemain Timnas Indonesia U-23 dan Tira Persikabo sudah tiba di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, sekitar satu jam sebelum laga.

Namun, mereka harus kembali ke penginapan karena polisi meminta agar pertandingan tidak dilaksanakan karena belum ada izin keramaian.

 Baca juga: Kronologi Laga Timnas Indonesia U-23 vs PS Tira Persikabo Batal Digelar

"Ya, ada sparing antara PSSI (Timnas Indonesia U-23) sama Persikabo. Tapi izinnya belum ada, sparing sih sebenernya, sparing Timnas Indonesia U-23," kata Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan.

"Cuma mereka baru ngabarin kalau ada kegiatan malam ini, nah kita arahkan agar urus izinnya dulu. Dari pengurusan izin sama jam ini belum ada, enggak kita izinkan," lanjutnya.

Kompol Singgih Hermawan melanjutkan, pihaknya baru mengetahui izin pertandingan (Timnas Indonesia U-23 vs PS Tira Persikabo) pagi tadi.

"Kami pun baru tahu tadi pagi, makanya kami tanya kepada panitianya, izinnya sudah belum, katanya lagi diurus, kami menunggu sampai sore belum ada," ujar dia.

"Kita masuk ke sini, kita apel sampai sekarang belum ada. Makanya kita hentikan, kita laranglah. Belum main," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Singgih Hermawan juga mengimbau kepada lapisan masyaraakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu ia menyarankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun terutama di tempat olahraga.

"Kalau masyarakat tetep laksanakan protokol kesehatan, ya 5M itu. Kalau bisa enggak usah berkerumun di tempat-tempat olahraga," tandas Singgih Hermawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini