Leicester City Menikmati Persaingan Gelar Juara Liga Inggris

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 45 2347215 leicester-city-menikmati-persaingan-gelar-juara-liga-inggris-p9uXgQ40q3.jpg Jamie Vardy dan Brendan Rodgers. (Foto/Reuters)

LEICESTER Leicester City sedan menikmati persaingan merebut gelar juara Liga Ingggris 2020-2021. Meski begitu, pelatih The Foxes, Brendan Rodgers mengakui bahwa timnya bukanlah tim besar.

Leicester kini memang sedang berada di papan atas klasemen Liga Inggris musim ini. Mereka kini menempati posisi ketiga dengan meraih 35 poin.

Foto/Reuters

Poin The Foxes terpaut satu poin di atas san juara bertahan, Liverpool yang menempati posisi keempat. Sedangkan poin Leicester selisih dua angka dari Man United, yang kini menempai posisi teratas.

Baca juga: Jelang Leicester vs Chelsea, Mason Mount Tatap Laga dengan Optimistis

Performa Leicester dalam liga laga terakhir cukup mengesankan. Pasukan Brendan Rodgers berhasil meraih tiga kemenangan dua kali seri.

Teranyar, Leicester berhasil meraih tiga poin di pekan ke-18 Liga Inggris pada pekan lalu. Mereka menang dengan skor 2-0 atas Southampton.

Pada Rabu 20 Januari 2021, Leicester akan menyambut salah satu tim besar Liga Inggris. Mereka akan kedatangan Chelsea yang kini bertengger di posisi ketujuh.

Menjelang laga, Rodgers mengakui bahwa timnya senang bisa bersaing dengan tim-tim besar. Padahal, kata dia, Leicester tidak memiliki dana besar untuk mendatankan pemain bintang.

“Kami sedang dalam persaingan, kami bersaing dan kami secara konsisten berada di atas sana, kata Rodgers mengutip Metro, Selasa (19/1/2021).

Foto/Reuters

“Mungkin tidak ada harapan yang di Leicester seperti Liverpool dan Celtic, yang merupakan klub besar. Tapi apa yang saya coba lakukan sejak hari pertama adalah menyampaikan pesan agar kita terus memberikan tekanan saat berlaga.”

“Kami tahu anggaran kami berbeda dengan klub big six, tetapi saya ingin kami merasakan tekanan itu untuk berkembang. Itu tidak akan pernah berkurang dalam diriku.”

“Orang-orang dan penggemar di Leicester realistis tetapi klub menunjukkannya ketika mereka memenangkan gelar (juara Liga Inggris) pada 2015-2016 bahwa segalanya mungkin, dan rasa realisme seharusnya tidak pernah menghentikan kami untuk bermimpi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini