Peran Stopper dalam Sepakbola

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 51 2317530 peran-stopper-dalam-sepakbola-uoC2mIbcbX.jpg Niklas Sule saat membawa bola. (Foto: Instagram/@n.suele)

SETIAP lini dalam sepakbola punya peran penting untuk menentukan permainan sebuah tim. Begitu juga lini pertahanan. Mereka akan memainkan peran penting dalam tercipta atau tidaknya gol dari tim lawan. Dalam hal ini, peran stopper dalam sepakbola akan sangat menentukan.

Stopper punya peran penting dalam permainan sepakbola. Pemain di posisi ini akan ditempatkan di jantung pertahanan. Karena itu, peran ini akan dimainkan oleh bek.

Laga Liverpool vs Atalanta

Ada banyak tugas yang diemban oleh stopper dalam sepakbola. Mereka harus menutup pergerakan penyerang lawan. Selain itu, stopper juga harus membawa bola keluar dari belakang. Intinya, seorang stopper harus menahan bola atau pemain lawan yang mengancam gawang.

BACA JUGA: Pemahaman Aturan Offside

Stopper menjadi orang pertama di antara para bek yang akan menghadang serangan ke lini pertahanan timnya. Biasanya, tim akan menunjuk emain yang tinggi dan kuat secara fisik untuk menjadi seorang stopper. Sebab dengan kondisi fisik ini, pemain bisa lebih sigap dan leluasa menghentikan serangan lawan.

Kriteria lain yang biasanya membuat seorang pemain ditunjuk sebagai stopper adalah memiliki keberanian dan kemampuan heading. Kerap kali pemain yang ditunjuk sebagai stopper adalah bek tengah.

Salah satu contohnya ialah Niklas Sule. Pemain yang kini merumput di Bayern Munich ini dipandang sebagai bek tengah idaman karena memenuhi berbagai kriteria untuk menjadi seorang stopper.

Punya postur badan yang tinggi, Sule pun bisa memenangkan duel saat di darat maupun udara. Tak ayal, Sule pun terus menjadi andalan untuk menjaga lini pertahanan Bayern.

Niklas Sule

Untuk menahan laju lawan, ada beragam cara yang biasa dilakukan stopper. Salah satunya menempatkan kaki di atas bola saat penyerang berusaha menggiring melewatinya.

Mereka juga sering melakukan tekel sehingga kaki melakukan kontak dengan bola. Stopper tentu saja harus agresif tetapi tetap harus disiplin untuk menghindari serangan yang sembrono hingga justru akan berujung menguntungkan lawan karena memberi mereka penalti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini