Maradona Ungkap Keresahan saat Wawancara Terakhir: Apakah Orang-Orang Masih Mencintaiku?

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 19:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 51 2316913 maradona-ungkap-keresahan-saat-wawancara-terakhir-apakah-orang-orang-masih-mencintaiku-QCCk09KGZM.jpg Seorang fan Diego Maradona di Bueno Aires berduka. (Foto/Reuters)

DALAM sebuah wawancara terakhir, Diego Maradona pernah mengungkapkan keresahannya. Dia khawatir apakah orang-orang akan tetap mencitainya.

Sang legenda sepakbola, Diego Maradona telah meninggal dunia di rumahnya di Buenos Aires pada Rabu 25 November 2020. Sang ikon sepakbola Argentina meninggal pada usia 60 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Foto/Okezone

Kantor Kepresiden Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional atas berpulangnya Maradona. Warga Argentina serta Napoli turun ke jalan untuk mengenang Maradona.

Baca juga: Agama Maradona dan 10 Perintahnya

Beberapa hari sebelum jatuh sakit, saat hari ulang tahunnya yang ke-60 pada 30 Oktober, Maradona melakukan wawancara terakhirnya dengan surat kabar Argentina, Clarin. Selama wawancara, Maradona mengakui bahwa dia kadang-kadang bertanya-tanya, apakah orang akan tetap mencintainya.

Pertanyaan Maradona sudah terjawab. Masyarakat dunia begitu mencintainya dan akan selalu mengenangnya sepabagi salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Berikut wawancara terakhir Maradona

“Saya akan selalu berterima kasih kepada orang-orang. Setiap hari mereka mengejutkan saya, apa yang saya alami saat kembali ke sepakbola Argentina ini tidak akan pernah saya lupakan,” katanya terkait dia melatih Gimnasia La Plata (klub Divisi 2 Liga Argentina) mengutip Mirror, Kamis (26/11/2020).

“Itu melebihi apa yang bisa saya bayangkan. Karena aku sudah lama keluar (dari seapkbola) dan terkadang aku bertanya-tanya apakah orang-orang masih akan mencintaiku, apakah mereka akan terus merasakan hal yang sama.”

“Ketika saya memasuki lapangan di Gimnasia, saya merasa bahwa cinta seseorang tidak akan pernah berakhir.”

Foto/Reuters

“Sepakbola memberi saya semua yang saya miliki, lebih dari yang pernah saya bayangkan. Dan jika saya tidak mengalami kecanduan itu (alkohol dan narkoba), saya bisa bermain lebih banyak lagi.”

“Tapi hari ini sudah lewat, saya baik-baik saja dan yang paling saya sesali adalah tidak memiliki orang tua.”

“Harapan saya adalah agar pandemi ini berlalu secepat mungkin dan Argentina saya bisa maju.

“Saya ingin semua orang Argentina baik-baik saja, kami memiliki negara yang indah dan saya percaya Presiden kami akan dapat mengeluarkan kami dari momen ini.”

“Saya sangat sedih ketika melihat anak-anak yang tidak cukup makan, saya tahu bagaimana rasanya kelaparan, saya tahu bagaimana rasanya ketika Anda tidak makan selama beberapa hari dan itu tidak dapat terjadi di negara saya.”

“Itulah keinginan saya, untuk melihat orang Argentina bahagia, dengan pekerjaan dan makan setiap hari,” tuturnya ketika itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini