5 Pesepakbola Mualaf yang Raih Segudang Trofi, Nomor 1 Mentas di Indonesia

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 51 2315091 5-pesepakbola-mualaf-yang-raih-segudang-trofi-nomor-1-mentas-di-indonesia-mYuE7xmnl4.jpg Pogba saat menjalani ibadah umrah. (Foto: Instagram/Marwan Ahmed)

SEJUMLAH pesepakbola memilih menjadi mualaf. Ada yang memutuskan masuk agama Islam di awal karier, ada juga yang memilih menjadi mualaf di puncak kariernya.

Dari sejumlah pesepakbola mualaf, beberapa di antaranya meraih kesuksesan dalam kariernya. Siapa saja?

Berikut 5 pesepakbola mualaf yang raih segudang trofi

5. Paul Pogba

Paul Pogba

Paul Pogba memutuskan menjadi mualaf medio 2012, atau ketika baru saja bergabung dengan Juventus. Dalam pandangannya, Islam membuat II Polpo –julukan Pogba– menjadi pribadi yang lebih baik.

“Bagi saya, Islam benar-benar agama yang membuka pikiran dan itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Saya menghormati apa pun agama Anda, apa pun warna kulitnya, dan hal-hal lainnya. Itulah Islam, penghormatan terhadap kemanusiaan dan segalanya," kata Pogba dalam wawancara di LifeTime podcast medio tahun lalu.

Semenjak turun di level profesional pada awal 2012, Pogba sudah memenangkan 10 trofi di level klub. Sebut saja empat trofi Liga Italia, dua gelar Coppa Italia dan Piala Super Italia, serta masing-masing satu gelar Liga Eropa dan Piala Liga Inggris. Jumlah trofi Pogba menjadi belasan jika menghitung gelar yang disabet bersama Timnas Prancis di Piala Dunia U-20 2013 dan Piala Dunia 2018.

4. Franck Ribery

Franck Ribery

Ribery memutuskan mualaf pada 2002, atau ketika usianya baru menginjak 19 tahun. Saat itu, Ribery memutuskan masuk agama Islam setelah mempersunting perempuan asal Aljazair, Wahiba Belhami. Ribery yang turun di level profesional sejak 2000, masih eksis hingga kini.

Total selama 20 tahun tampil sebagai pesepakbola profesional, Ribery telah memenangkan 23 gelar. Dari 23 gelar, trofi Liga Jerman jadi yang paling banyak disabet, yakni sembilan kali. Trofi Liga Champions juga pernah dimenangkan Ribery bersama Bayern Munich, tepatnya pada 2012-2013.

3. Eric Abidal

Eric Abidal

Abidal memutuskan menjadi mualaf pada 2007, setelah menikah dengan perempuan asal Aljazair, Heyet Kebir. Abidal yang aktif sebagai pesepakbola profesional selama 15 tahun (1999-2014), tercatat memenangkan 20 gelar bergengsi.

Dari 20 gelar itu, 15 di antaranya dimenangkan bersama Barcelona dalam periode 2007-2013. Bahkan Abidal merupakan salah satu personel Barcelona saat memenangkan enam gelar dalam satu tahun kalender masehi, tepatnya pada 2009.

2. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka

Anelka bisa dibilang sebagai si petualang. Sebab, selama 19 tahun (1996-2015) berkarier sebagai pesepakbola profesional, Anelka menjajal 12 klub berbeda. Total bersama 12 klub itu, Anelka yang memutuskan menjadi mualaf pada 1996 itu memenangkan 11 gelar.

Tentu, gelar paling bergengsi yang dimenangkan Anelka adalah Liga Champions 1999-2000 yang dimenangkan bersama Real Madrid. Selain di level klub, Anelka juga pernah membawa Prancis juara Piala Eropa 2000 dan Piala Konfederasi 2001.

1. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales

Cristian Gonzales memutuskan menjadi mualaf pada 9 Oktober 2003. Ia memutuskan menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Indonesia, Eva Nurida Siregar. Semenjak menjadi mualaf, Gonzales memiliki nama Islam yakni Mustafa Habibi.

Semenjak memeluk agama Islam, karier penyerang kelahiran Uruguay ini meningkat pesat. Tercatat setelahnya, Cristian Gonzales tiga kali menjadi top skor Liga Indonesia, tepatnya pada 2005, 2006 dan 2007-2008.

Secara tim, pria kelahiran Montevideo, Uruguay, ini juga tampil prima. Cristian Gonzales tercatat membantu Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006. Selain itu, penyerang berbadan gempal ini juga membawa Arema kampiun Piala Presiden 2017 dan Inter Island Cup 2014. Terbaru, penyerang yang memiliki tembakan kaki kiri mematikan itu mengantarkan PSS Sleman juara Liga 2 2018.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini