BAKAU – Pemain Tim Nasional (Timnas) Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang, mengecam Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) setelah merasa seperti seorang sandera saat tiba di Gambia. Aubameyang dan rekan senegaranya terpaksa tidur di bandara Gambia jelang melakoni laga kuaifikasi Piala Afrika.
Gabon sendiri datang sebagai tamu dengan melakoni laga kontra Gambia di Independence Stadium, Senin 16 November 2020 malam WIB. Karena itu, Aubameyang dan kawan-kawan tiba di Bandara Internasional Banjul, Gambia pada Minggu malam waktu setempat.

Setibanya mereka di bandara, para pemain Gabon harus tertahan di bandara karena paspor mereka disita oleh petugas setempat. Padahal mereka telah memberikan hasil tes Covid-19 kepada petugas imigrasi untuk diperiksa.
Situasi itu kemudian membuat Aubameyang merasa frustrasi karena ia dan kawan-kawan tidak dilayani dengan baik. Bahkan ia secara rinci menceritakan penderitaannya tersebut dengan membuat kisah di Instagram.
Awalnya, ia memposting video dan foto yang awalnya semua pemain tengah bersantai setelah paspor mereka diambil oleh pihak keamanan. Namun sering berjalannya waktu, foto-foto mulai menunjukkan mayoritas pemain tidur di lantai dan menjadikan barang bawaan sebagai bantal.
Baca juga Demi Kurangi Ketergantungan pada Aubameyang, Arsenal Wajib Beli Gelandang Haus Gol
TIba pukul 23.30 waktu setempat, Aubameyang mulai menunjukkan kekesalannya setelah menunggu selama tiga jam. Pada pukul 02.31 ia pun mengunggah video di Instagram dengan caption “masih menunggu untuk masuk Gambia dan kami bermain pukul 16.00 (waktu setempat). Bagus,”
Penantian lama tersebut akhirnya membuahkan hasil, tepat sebelum pukul 06.00 waktu setempat. Aubameyang dan kawan-kawan diizinkan masuk Gambia dengan hanya 10 jam sebelum jadwal kick-off mereka melawan Gambia.
“Akhirnya di dalam bus. Terima kasih atas motivasi ekstra, Gambia,” tulis Aubameyang saat memberikan kabar terbaru tentang kondisi skuad Gabon.
Meski pada unggahannya di Instagram Aubameyang tampak senang-senang saja, tetapi ia juga tidak ingin tinggal diam. Pada media sosial lainnya, kapten Arsenal tersebut memberikan pesan secara serius akibat suasana tersebut.
Ia mengkritik sepakbola Afrika yang dianggap kurang mengorganisir keadaan dan menyerang CAF sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun begitu, Aubameyang memastikan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak akan terpengaruh dengan keadaan untuk melawan Gambia. Sayangnya, Gabon harus mengalami kekalahan dengan skor 1-2 dari Gambia.
“Ini tidak akan menurunkan motivasi kami, tetapi orang-orang perlu tahu dan khususnya CAF yang mengambil tanggung jawab ini. Pada tahun 2020, kami ingin Afrika tumbuh dan ini bukanlah cara kami mencapainya,” tulis Aubameyang.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)