Kelakuan Anggota Parlemen Bikin Pemain Muslim Mundur dari Timnas Prancis?

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 51 2303364 kelakuan-anggota-parlemen-bikin-pemain-muslim-mundur-dari-timnas-prancis-hp4kJpe5iA.jpg Pogba saat membela Timnas Prancis. (Foto: Twitter/@equipedefrance)

PARIS – Salah satu anggota parlemen Prancis, Jordan Bardella, mengutuk keras aksi “like” yang dilakukan bek PSG, Presnel Kimpembe, atas unggahan Khabib Nurmagomedov yang menyerang presiden Prancis Emmanuel Macron. Bardella menilai, Kimpembe yang berpaspor Prancis dinilai tak lagi layak berseragam Les Blues –julukan Timnas Prancis– karena telah membela Khabib Nurmagomedov.

“Tidak ada Timnas Prancis untuk Kimpembe yang mendukung jihadisme di Instagram, yang tidak mau bertanggung jawab dan menganggap kami bodoh. Berhentilah bersikap naif, jangan lewatkan yang lainnya!” tulis Bardella di akun Twitter pribadinya.

Presnel Kimpembe

(Presnel Kimpembe saat membela Timnas Prancis)

Tidak lama setelah itu, Kimpembe mengeluarkan pernyataan di akun Twitter-nya. Pemain yang dapat beroperasi sebagai bek tengah dan fullback kanan itu mengaku tak mau ambil pusing atas ucapan Bardella.

“Saya berolahraga, bukan politik. Saya juga tidak bisa bahasa Rusia. Saya sangat mengutuk terorisme, semua bentuk kekerasan tanpa syarat, dan semua upaya manipulasi yang memuakkan, ”tulis Kimpembe di akun Twitter-nya.

Tiga hari lalu Khabib Nurmagomedov menyerang presiden Prancis Emmanuel Macron. Di akun Instagram-nya @khabib_nurmagomedov, Khabib menyentil Macron yang membuat patah hati miliaran kaum muslim atas ucapannya yang menyindir umat Islam.

Macron mengaku memegang teguh kebebasan berekpresi, termasuk menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW di majalah keluaran Prancis, Charlie Hebdo. Padahal di ajaran umat muslim sendiri, hal yang dilarang untuk menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Khabib

(Unggahan Khabib yang menyentil Macron)

“Semoga Yang Mahakuasa menodai wajah sampah ini dan semua pengikutnya, yang, di bawah slogan kebebasan berbicara, menyinggung perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim,” tulis Khabib dalam bahasa Rusia, sembari menaruh gambar cetakan sepatu di wajah Macron.

BACA JUGA: Respons Kimpembe saat Disebut Bela Khabib yang Sentil Presiden Macron

“Semoga Yang Mahakuasa mempermalukan mereka di kehidupan ini, dan di kehidupan selanjutnya. Allah cepat dalam perhitungan dan Anda akan melihatnya," lanjutnya.

Sekarang yang jadi pertanyaan, akankah sejumlah pemain muslim di Timnas Prancis mengundurkan diri atas kelakukan yang disampaikan Bardella? Sekadar informasi, saat ini di skuad Timnas Prancis ada lima pemain muslim, yakni Paul Pogba, Houssem Aouar, N’Golo Kante, Wissam Ben Yedder dan Kurt Zouma.

Paul Pogba

(Pogba dan Zouma (tengah) saat menjalani ibadah umrah)

Medio pekan lalu, media asal Inggris The Sun sempat memberitakan Paul Pogba mengundurkan diri dari Timnas Prancis. The Sun menulis, Pogba mundur karena kecewa dengan ucapan Macron yang memegang teguh kebebasan berekspresi, dalam hal ini munculnya karikatur Nabi Muhammad SAW di majalah Charlie Hebdo.

Namun, kabar mundur dari Timnas Prancis sudah dibantah Pogba. Akan tetapi, bagaimana respons Pogba setelah mendengar omongan dari Bardella?

Isu panas yang sedang bergulir ini pertama kali muncul setelah salah satu guru sejarah di Prancis, Samuel Paty, menjadikan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh kasus untuk mengajar. Namun, tindakan yang dibuat Samuel Paty menyulut emosi sejumlah kalangan.

Alhasil, beberapa hari setelahnya, Samuel Paty ditemukan tak bernyawa di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris. Dalam pandangan Macron, pelaku dalam pembunuhan Samuel Paty adalah kelompok Islam militan domestik atau biasa disebut Cheikh Yassine. Karena itu, Macron meminta kelompok tersebut dibubarkan demi kebaikan bersama.

Selain itu, Macron juga meminta Masjid Pantin yang terletak di pinggiran timur laut Paris untuk ditutup. Hal itu karena salah satu jamaah masjid tersebut merupakan wali murid, di mana Samuel Paty mengajar.

Sejumlah demonstrasi pun muncul di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal itu untuk menuntut ucapan Macron yang dinilai menyakiti hati umat Islam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini