Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disebut Dorong Man United Pecat Solskjaer, Bruno Fernandes: Jangan Pakai Nama Saya!

Ramdani Bur , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2020 |09:38 WIB
Disebut Dorong Man United Pecat Solskjaer, Bruno Fernandes: Jangan Pakai Nama Saya!
Solskjaer belum mampu angkat prestasi Man United. (Foto: Twitter/@ManUtd)
A
A
A

MANCHESTER – Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, tidak senang namanya dan rekan-rekannya disebut mendorong manajemen untuk memecat sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer. Eks pemain Sporting Lisbon itu memastikan kabar di atas sama sekali tidak benar.

“Jangan gunakan nama saya, rekan saya atau pelatih untuk membuat masalah di Manchester United. Suasana bagus terbangun di tim dan kami akan menunjukkannya di laga selanjutnya,” kata Bruno Fernandes mengutip dari Goal, Kamis (15/10/2020).

Bruno Fernandes

(Bruno Fernandes (kanan) kesal dituding dorong Man United pecat Solskjaer)

Sebelumnya, sejumlah jurnalis di Inggris Raya mengatakan Bruno Fernandes mendorong manajemen Man United untuk memecat Solskjaer. Salah satu pandangan diungkapkan jurnalis Daily Record, Duncan Castles.

Ia melihat Bruno Fernandes tak lagi satu pandangan dengan Solskjaer. Pelatih berpaspor Norwegia itu dipandang Bruno Fernandes tak cukup apik menangani klub sebesar Man United.

“Apa yang saya dengar, dan ini datang dari sumber yang sangat dekat dengan pemain. Bruno Fernandes memiliki pendapat yang sama dengan personel senior Man United lainnya (soal pemecatan Solskjaer),” kata Castles mengutip dari Daily Express.

BACA JUGA: Diduga Bertengkar dengan Solskjaer, Ini Respons Bruno Fernandes

“Bruno Fernandes merasa Solskjaer tidak cukup kuat mengelola skuad. Ia tidak memiliki kemampuan mendorong pemain untuk bangkit ke arah yang seharusnya,” lanjut Castles.

Masih menurut Castles, tak hanya Bruno Fernandes yang meminta manajemen Man United memecat Solskjaer. Sejumlah personel Setan Merah juga satu pandangan dengan gelandang asal Portugal tersebut.

Ole Gunnar Solskjaer

(Solskjaer gagal angkat prestasi Man United)

“Begitu ruang ganti percaya pelatih bisa diganti, dan pelatih baru bisa meningkatkan hasil, para pemain sepakat untuk merealisasikan hal itu (mengganti pelatih). Sebab, ketika sebuah tim mendapatkan hasil buruk, para pemain enggan disalahkan dan menunjuk sang pelatih sebagai sumber masalah,” kata Castles.

Solskjaer sendiri gagal mengangkat prestasi Man United di awal musim 2020-2021. Dalam tiga laga awal Liga Inggris 2020-2021, Man United baru mengoleksi tiga angka.

Jika terus dibiarkan, praktis posisi Man United bisa terus terpuruk. Karena itu, jika Man United lagi-lagi gagal meraih hasil positif di laga kontra Newcastle United pada Minggu 18 Oktober 2020 dini hari WIB, posisi Solskjaer dalam ancaman.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement