TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tidak risau dengan kekalahan timnya pada laga pekan 35 Liga Italia 2019-2020 kontra Udinese. Baginya, lebih baik menderita kekalahan ketika berusaha mencari kemenangan, ketimbang bermain imbang.
Laga pekan 35 Liga Italia 2019-2020 itu berakhir petaka buat Juventus. Mereka sempat memimpin 1-0 lewat gol Matthijs de Ligt pada menit 42. Sayangnya, Udinese yang bermain di kandang sendiri, Stadion Dacia Arena, bisa bangkit pada babak kedua.
Gol Ilija Nestorovski pada menit 52 memicu kebangkitan La Zebrette pada pertandingan tersebut. Skor 1-1 membuat laga berlangsung lebih seru karena Juventus berusaha keras mencari gol kemenangan. Alih-alih mendapat gol, gawang Wojciech Szczesny justru kebobolan pada menit kedua injury time.
Baca juga: Begini Cara Douglas Costa Main Kuda-kudaan dengan Pacar

Seko Fofana memaksa tim tamu pulang dengan tangan hampa setelah dengan tenang menaklukkan kiper berpaspor Polandia tersebut. Kekalahan itu menunda kepastian Juventus untuk mengamankan gelar juara Liga Italia 2019-2020.
Sebagai pelatih, Maurizio Sari jelas menjadi sasaran tembak dari media dan pengamat. Ia dinilai gagal menjaga dominasi Juventus dalam delapan musim terakhir di Liga Italia. Namun, pendapat sebaliknya diutarakan pelatih kelahiran Naples itu.
“Kami kehilangan bentuk dan organisasi tim di Udine. Namun, aspek positifnya, kami melakukan itu karena berusaha keras untuk menang. Saya memilih itu sebagai alasan untuk kalah daripada bermain pasif.Saya senang dengan keinginan untuk menang, tetapi kami belum sempurna dalam mengeksekusinya,” papar Maurizio Sarri, dilansir dari Football Italia, Minggu (26/7/2020).
Itu bukan lah kali pertama Juventus menyiakan posisi unggul dalam sebuah pertandingan. Pada laga kontra AC Milan misalnya, mereka sudah unggul telak 2-0 hingga menit 60. Namun, kelengahan berbuah fatal sehingga I Rossoneri mampu menggelontorkan empat gol dalam waktu 30 menit.
Juventus memang termasuk tim yang sering kehilangan poin dari posisi memimpin dalam pertandingan. Menurut Opta, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan membuang total 18 poin dari posisi unggul sepanjang Liga Italia 2019-2020.
Mereka terlihat masih sulit keluar dari pakem yang dipakai pelatih terdahulu, Massimiliano Allegri. Bersama Max, Juventus kerap bermain pasif ketika sudah unggul. Sementara di tangan Sarri, mereka diminta untuk tetap bermain agresif bahkan ketika unggul dengan selisih dua gol sehingga kerap hilang konsentrasi.
“Masih ada semacam kehilangan kesadaran ketika unggul belakangan ini, tetapi saat melawan Udinese bukanlah terlalu cepat puas. Kami berusaha terlalu keras untuk menang,” tutup pelatih berusia 61 tahun tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.