Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moussa Sissoko, Pemain Sepakbola Muslim yang Melawan Gerakan Anti-Islam

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Sabtu, 18 Juli 2020 |19:52 WIB
Moussa Sissoko, Pemain Sepakbola Muslim yang Melawan Gerakan Anti-Islam
Moussa Sissoko. (Foto/Newcastle United)
A
A
A

KOTA NEWCASTLE, Inggris pada 2015 silam, muncul sebuah organisasi sayap kanan yang menamakan diri mereka, Pegida. Di saat yang sama, seorang pemain sepakbola Muslim, bernama Moussa Sissoko sedang membela Newcastle United.

Pegida merupakan organisasi yang muncul di Jerman pada 2014. Kelompok ini hadir untuk melawan Islamisasi dan fundamentalisme Islam di Eropa, dan terus menyebar ke Inggris, salah satunya ke Newcastle.

Foto/Tottenham

Baca juga: Xavi Terkesan dengan Keimanan Yaya Toure sebagai Seorang Muslim

Baca juga: Ilkay Gundogan, Pemain Sepakbola yang Ingin Menginspirasi Muslim Jerman

Demi mendapatkan simpati dari masyarakat Newcastle dan suporter sepakbola, Pegida berencana melakukan aksi dekat Stadion St James Park, kandang Newcastle United. Aksi mereka dilakukan jelang Newcastle akan menjamu Aston Villa pada 28 Februari 2015.

Sissoko pun tidak tinggal diam. Dia mengajak seluruh warga Newcastle bersatu untuk melawan pengaruh buruk aksi rasisme tersebut, meski warga negara Prancis.

Moussa Sissoko merupakan keluarga dari seorang imigran Muslim asal Mali. Sissoko sendiri lahir pada 16 Agustus 1989 di Le Blanc-Mesnil, Paris, Perancis.

“Saya berusaha berdoa setiap hari dan berusaha membaur dengan semua orang, serta menghormati semua orang tanpa melihat kulit hitam atau putih,” ungkap Sissoko mengutip Mirror.

“Anda bisa menjadi warga Perancis, Inggris, China, hitam, atau putih. Kita semua sama. Kita mungkin berbeda warna, berbeda agama, tapi kita sama sebagai manusia,” lanjut dia.

Meski ada gerakan rasisme, Moussa Sissoko mengatakan selau mendapat perlakukan yang baik selama bermain di Newcastle United. Ia tidak tak pernah mendapat serangan kasus rasisme atau dan anti-Islam.

"Saya selalu bahagia di sini dan tidak pernah punya masalah seperti itu,” kata Sissoko.

“Saya tidak ingin bicara banyak soal politik dan rasisme. Jika ada beberapa orang yang bicara buruk soal Muslim atau warna kulit, saya memilih fokus pada diri sendiri,” ujarnya.

Sissoko bermain bersama The Magpies selama tiga tahun dari 2013 hingga 2016. Pada saat ini dia bermain untuk tim kota London, Tottenham Hotspur.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement