Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Man City Terbebas dari Hukuman UEFA, Richards: Kabar Baik untuk Para Pemain

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2020 |00:16 WIB
Man City Terbebas dari Hukuman UEFA, Richards: Kabar Baik untuk Para Pemain
Markas latihan Man City. (Foto: Twitter Man City)
A
A
A

MANCHESTER – Mantan penggawa Manchester City, Micah Richards mengaku sangat senang ketika mendengar The Citizens –julukan Man City– telah terbebas dari hukuman larangan bermain di dua musim Liga Champions. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi sebuah kabar yang sangat baik untuk seluruh pemain dan sang pelatih, Josep Guardiola.

Dikatakan menjadi kabar baik karena menurut Richards kompetisi Liga Champions adalah suatu magnet untuk pemain memutuskan bergabung atau bertahan di suatu klub, begitu juga pelatih. Dengan adanya hukuman larangan bermain di Liga Champions, Richards sempat takut banyak pemain bintang Man City yang akan pergi.

Apalagi kala itu Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menjatuhkan hukuman larangan bermain di kompetisi Eropa itu selama dua musim beruntun. Dua musim tak bisa bermain di kompetisi seperti Liga Champions dirasa Richards jelas akan menjadi alasan para pemain untuk pergi.

Baca Juga: Batal Dihukum UEFA Buat Man City Lebih Mudah Datangkan Pemain Bintang

Suasana laga Man City vs Newcastle United

Beruntung, kini banding Man City ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sudah disetujui. Jadi, skuad asuhan Guardiola itu tetap akan tampil di kompetisi si Kuping Besar pada musim 2020-2021 mendatang.

Dapat bermain di Liga Champions jelas akan menjadi alasan para pemain bintang tetap bertahan di Man City pada musim depan. Hal itulah yang membuat Richards merasa senang setelah mendengar kabar tersebut.

“Ini berita bagus (terkait Man City terbebas dari hukuman). Saya tidak ingin menjadi bias, tetapi dengan Man City mereka selalu menyatakan tidak bersalah sejak hari pertama dan bagus untuk melihat itu pada akhirnya bisa selesai juga setelah menggantung mereka begitu lama,” kata Richard, dilansir dari Sportskeeda, Selasa (14/7/2020).

"Hukuman dari UEFA itu telah membuat segalanya menjadi sulit untuk merencanakan masa depan tetapi, akhirnya semuanya sampai juga pada kesimpulan yang baik untuk semua orang. Dua tahun jelas akan sangat merusak,” tambahnya.

“Kontrak Guardiola sudah habis pada akhir musim depan. Para pemain juga ingin selalu bermain sepak bola di Liga Champions. Dari sudut pandang pemain, masalah hukuman itu bisa membuat mereka bingung akan masa depan, namun beruntung kini kasus tersebut sudah dikubur,” lanjut pria yang dulunya bermain sebagai bek di Man City itu.

Micah Richards saat masih membela Man City

Man City awalnya memang dinyatakan bersalah telah melanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) dan dilarang tampil di Liga Champions untuk dua musim ke depan. Dalam laporan itu, Man City disebut-sebut telah melakukan rekayasa laporan keuangan untuk menghindari regulasi FFP.

Man City yang merasa tidak melakukan kesalahan lantas langsung lalu mengajukan banding hukumannya tersebut ke CAS. Beberapa saat lalu, banding Man City tersebut pun akhirnya disetujui oleh CAS, sehingga mereka batal mendapatkan hukuman larangan tampil di Liga Champions untuk dua musim ke depan

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement