ANDERLECHT – Gelandang asal Prancis, Samir Nasri, menyulut emosi manajemen klubnya, RSC Anderlecht. Seperti diberitakan The Sun, Senin (20/4/2020), gelandang 32 tahun itu terancam dipecat karena melanggar aturan yang ditetapkan klub.
Pada 15 April 2020, Federasi Sepakbola Belgia memutuskan menghentikan kompetisi 2019-2020, imbas pandemi virus corona. Meski setelah musim reguler dilanjutkan babak playoff untuk menentukan tim juara, Federasi Sepakbola Belgia menunjuk Club Brugge sebagai kampiun musim ini.

Dasar penilaian itu diambil karena ketika musim reguler menyisakan satu pertandingan, Anderlecht mengoleksi 70 angka, unggul 15 poin dari KAA Gent di tempat kedua. Meski kompetisi sudah selesai, bukan berarti klub-klub melepas para pemain mereka begitu saja.
BACA JUGA: 5 Pemain yang Bersinar Setelah Tinggalkan Arsenal
Ambil contoh Anderlecht. Klub yang menduduki posisi delapan akhir Liga Belgia 2019-2020 itu meminta para pemainnya untuk tetap berlatih di rumah masing-masing. Bahkan, manajer Anderlecht Vincent Kompany memantau langsung latihan para pemainnya melalui aplikasi.
Hanya saja, Nasri tidak pernah mengirimkan video latihan maupun ikut dalam latihan yang diadakan pemain Anderlecht lainnya via telekonferensi video. Alih-alih berlatih, eks gelandang Arsenal itu justru memutuskan berlibur ke Dubai, Uni Emirat Arab. Karena itu, Nasri yang musim ini baru turun delapan kali membela Anderlecht itu berpotensi dipecat.
Semenjak meninggalkan Manchester City pada 2017, karier Nasri bisa dibilang mengalami penurunan. Bahkan dari awal 2018 hingga 2019 (sekira 18 bulan), Nasri sempat dilarang aktif di dunia sepakbola karena ketahuan melakukan doping.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.