ROMA – Italia merupakan negara di Eropa yang paling parah terdampak Virus Corona (Covid-19). Itulah mengapa banyak pihak yang ragu bahwa kompetisi Liga Italia 2019-2020 bisa dilanjutkan. Sebab, sejauh ini sudah ada 14 ribu orang lebih meninggal dunia di Italia akibat Covid-19.
Kendati demikian, pesimisme dan pandangan negatif terhadap kelanjutan Liga Italia 2019-2020 justru membuat Presiden Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, geram. Menurutnya, pihak-pihak yang ingin menghentikan Liga Italia 2019-2020 adalah mereka yang tidak menyukai sepakbola atau Italia itu sendiri.
Baca juga: Saran Lazio untuk Penyelenggaraan Liga Italia saat Pandemi Virus Corona

Gravina sejatinya sadar bahwa untuk saat ini memang tak memungkinkan untuk memulai kembali kompetisi. Akan tetapi, ia dan pihak-pihak terkait akan berupaya sekuat tenaga untuk membuat kompetisi Kembali berjalan secepat mungkin. Saat ini, ia mengambil ancang-ancang bahwa liga akan dimulai lagi pada akhir Mei atau awal Juni 2020.
"Saya berbagi harapan dengan Menteri Olahraga, (Vincenzo) Spadafora, untuk melanjutkan pada 4 Mei, dengan semua kehati-hatian dan jaminan. Ini adalah momen kompleks bagi negara, ekonomi, dan sepakbola kita, yang merupakan salah satu industri terpenting,” ujar Gravina, mengutip dari Football Italia, Sabtu (18/4/2020).