Perkembangan Abdelhak Nouri, Eks Pemain Muda Ajax yang Derita Kerusakan Otak Parah

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 51 2189793 perkembangan-abdelhak-nouri-eks-pemain-muda-ajax-yang-derita-kerusakan-otak-parah-l3uScSXuao.jpg Abdelhak Nouri (Foto: AFP)

AMSTERDAM – Kondisi mantan pemain muda Ajax Amsterdam, Abdelhak Nouri semakin membaik. Menurut keterangan keluarganya, Nouri sekarang dirawat di rumah dan telah bisa melakukan beberapa hal seperti duduk, menonton sepakbola serta menyampaikan emosinya.

Perkembangan positif dari Nouri merupakan kabar gembira mengingat apa yang terjadi kepada pemain berusia 22 tahun itu cukup parah. Nouri yang merupakan jebolan akademi Ajax pada 2015  punya bakat yang menjanjikan. Nouri bahkan sudah mencatatkan sembilan penampilan bersama tim senior Ajax.

Abdelhak Nouri (Foto: Istimewa)

Namun, langkah Nouri untuk masuk ke dunia profesional runtuh pada Juli 2017. Saat Ajax bertanding lawan Wender Bremen dalam laga uji coba, Nouri pingsan akibat serangan aritmia jantung yang berujung pada kerusakan otak parah. Nouri kemudian koma selama setahun sebelum siuman pada 2018 lalu.

BACA JUGA: 5.000 Netizen Berdukacita atas Musibah yang Menimpa Abdelhak Nouri

Setelah siuman, Nouri tidak bisa tidak dapat bergerak apalagi berkomunikasi. Oleh sebab itu, perkembangan kesehatan Nouri yang semakin membaik merupakan kabar gembira bagi Ajax dan fans-nya. Kondisi Nouri yang membaik tidak terlepas dari dirinya yang sekarang lebih dekat dekat dengan keluarga karena dirawat di rumah.

“Dia (Nouri) belum lama di rumah, kami merawatnya di sana sekarang. Saya harus mengatakan bahwa karena dia ada di rumah, keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya di rumah sakit. Dia sadar di mana dia berada, dia kembali ke lingkungan yang akrab yakni dengan keluarganya. Dia tidak lagi koma. Dia baru saja bangun,” ujar sang kakak, Abdelhak Abderrahim Nouri kepada acara TV Belanda De Wereld Draait Door, Jumat (27/3/2020).

"Dia tidur, dia bersin, dia makan, dia bersendawa, tetapi tidak bangun dari tempat tidur. Dia terbaring di tempat tidur dan masih sangat bergantung pada kami. Pada hari-hari baiknya, ada bentuk komunikasi, misalnya, konfirmasi dengan alisnya atau senyuman. Tetapi Anda perhatikan bahwa ia tidak bisa bertahan selama itu,” jelas Abderrahim.

"Kami berbicara dengannya seperti dia tidak sakit. Kami membawanya ke percakapan kami dan kami menonton sepakbola bersamanya di ruang tamu, misalnya. Lalu dia menonton. Kamu memperhatikan bahwa dia sangat menyukainya. Dia sering menunjukkan emosi. Terkadang dia emosional, tetapi sering juga ada senyum. Itu baik untuk kami. Itu membuatmu sangat menghargai senyum,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini