MALANG - Pertandingan antara Arema FC vs Persib Bandung berjalan ketat dengan tekanan tinggi yang diperagakan kedua tim. Alhasil, kontak fisik dan pelanggaran kerap kali terjadi di antara kedua tim.
Delapan kartu kuning dikeluarkan wasit Aprisman Aranda dari Sumatera Barat. Bahkan tiga penalti diberikan wasit, dua untuk Persib Bandung dan satu untuk Arema FC.

Menanggapi tiga penalti yang diberikan, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menyatakan tiga penalti yang diputuskan wasit memang layak diberikan.
"Ada tiga penalti, tapi memang itu murni penalti. Saya kira wasit mampu mengontrol pertandingan dengan baik, terbukti dia berani memberikan tiga penalti," ungkap Robert usai pertandingan Minggu (8/3/2020).
Baca juga Tinggalkan Markas Arema FC dengan Barracuda, Ini Reaksi Bek Asing Persib
Sementara itu, pelatih Arema FC Mario Gomez enggan mengomentari adanya tiga penalti yang diberikan wasit. Pelatih asal Argentina beranggapan delapan kartu kuning yang keluar dari saku wasit cukup wajar karena laga berjalan begitu ketat.
"Yang penalti pertama kurang tahu, karena posisinya jauh. Soal kartu kuning wajar dengan intensitas tinggi, kalau kedua penalti iya itu wajar. Tapi bukan soal penaltinya, terpenting meningkatkan opsi formasi dan kualitas pemain di laga selanjutnya," kata Gomez.
Di laga Minggu sore tadi, Persib Bandung mendapat dua hadiah penalti dari wasit. Di penalti pertama penyerang Persib Geoffrey Castillon dilanggar Matias Malvino di kotak penalti pada menit ke-20. Namun, Castillon yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis oleh penjaga gawang Arema FC Teguh Amiruddin.
Baru di eksekusi penalti kedua, Persib berhasil mencetak gol via aksi Wander Luiz di menit ke-77. Sementara itu, satu penalti Arema FC dicetak Elias Alderete di injury time babak pertama.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.