nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sibuk Cari Uang, Sadio Mane Sampai Jarang mandi

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 14:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 11 51 2151777 sibuk-cari-uang-sadio-mane-sampai-jarang-mandi-5kaF1kH4gC.jpg Sejumlah anak di Malawi mengenakan seragam dengan nama Sadio Mane. (Foto: liverpoolfc)

BAGI Anda pencinta sepakbola dunia pasti mengenal winger Liverpool, Sadio Mane. Pesepakbola 27 tahun itu menduduki posisi empat penganugerahan trofi Ballon dOr 2019. Kemudian pada pertengahan minggu ini, Mane dinobatkan sebagai peraih trofi pemain terbaik Afrika 2019 setelah menyisihkan Mohamed Salah dan Riyad Mahrez.

Bersama Liverpool dalam dua musim terakhir, Mane merupakan mesin gol si Merah. Musim lalu saja, Mane keluar sebagai top skor Liga Inggris dengan koleksi 22 gol. Namun, banyak yang belum tahu betapa kerasnya perjuangan Mane hingga bisa menjadi seperti sekarang.

Sadio Mane

(Potret Sadio Mane saat kecil)

Mane dikenal sebagai pekerja keras. Ia rela pulang pergi ke Kota Ziguinchor demi berlatih sepakbola. Hal itu dilakukan Mane demi merealisasikan mimpinya menjadi pesepakbola top profesional. Keyakinan Mane untuk menjadi pesepakbola profesional muncul setelah Tim Nasional Senegal lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2002.

BACA JUGA: Sukses sebagai Pesepakbola, Mane Bangun Masjid dan Fasilitas Umum di Senegal

Padahal, Piala Dunia 2002 merupakan kiprah pertama Senegal di ajang empat tahunan tersebut. Sejak saat itulah, Mane sering mengikuti pertandingan antarkampung (tarkam) demi mendapatkan pundi-pundi uang.

Bahkan dalam pengakuan rekannya, Mane hingga jarang mandi karena terlalu asyik mencari uang dari sepakbola. Mane baru akan mandi jika sudah memiliki cukup uang di sakunya.

Infografis Sadio Mane

"Mane mengatakan hanya sepak bola yang membuat dia tertarik dan ketika dia memiliki uang maka dia akan memiliki waktu untuk mandi," kata salah satu rekan Mane yang tidak mau disebutkan namanya, mengutip dari Daily Mail, Sabtu (11/1/2020).

Di usia 15 tahun, Mane memutuskan pergi ke Dakar (ibukota Senegal) untuk mencari peruntungan yang lebih bagus. Sempat diremehkan, Mane akhirnya diterima di akademi Generation Foot yang berada di Dakar. Berkat kerja kerasnya, Mane pun diangkut pemandu bakat salah satu klub Prancis, Metz, pada 2011. Sejak saat itulah, karier Mane terangkat dan menjadi bintang sepakbola dunia seperti sekarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini