Kerja sama Kasper dan Eriksson memang hanya berlangsung dua bulan. Namun, bisa dibilang, keputusan Eriksson memboyong Kasper merupakan pembuka jalan bagi karier gemilang pria asal Denmark tersebut. Sebab setelah hengkang ke Leicester, siapa pun pelatihnya, posisi penjaga gawang utama The Foxes selalu dikuasai Schmeichel.

Sejak saat itu, spekulasi tentang hengkangnya Kasper dari Leicester untuk bergabung ke tim yang lebih besar mulai beredar. Akan tetapi, kiper berpaspor Denmark itu nyatanya memiih bertahan untuk membantu Leicester naik ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola tanah Britania Raya. Hal itu kemudian terjawab di Liga Inggris 2014-2015.
Peran penting Kasper Schmeichel di bawah mistar gawang dengan menciptakan sembilan kali clean sheet membuat The Foxes finis di posisi 14 Liga Inggris 2014-2015. Finis di posisi 14 bisa dibilang bagus bagi Leicester, mengingat mereka berstatus sebagai tim promosi.
Sejarah kemudian tercipta pada musim 2015-2016. Kala itu, berada di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kasper bersama rekan-rekannya seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N'Golo Kante, Shinji Okazaki dan Robert Huth mempesembahkan trofi Liga Inggris perdana dalam sejarah tim. The Foxes bahkan mematahkan dominasi tim-tim besar seperti Man United, Liverpool, hingga juara bertahan edisi sebelumnya, Chelsea.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.