Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kompany: Hantu Sejarah Liverpool Untungkan Man City

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 13 November 2019 |13:58 WIB
Kompany: Hantu Sejarah Liverpool Untungkan Man City
Vincent Kompany yakin Man City diuntungkan faktor pengalaman menjadi juara liga dibandingkan Liverpool (Foto: Premier League)
A
A
A

ANDERLECHT – Kekalahan 1-3 yang diderita Manchester City dari Liverpool pada pekan 12 Liga Inggris 2019-2020 diprediksi menamatkan peluang juara The Citizens. Selisih sembilan poin yang terentang antara kedua tim membuat Si Merah dianggap sudah sulit untuk dikejar oleh anak asuh Josep ‘Pep’ Guardiola.

Menurut mantan kapten Man City, Vincent Kompany, klub yang pernah dibelanya pada 2008-2019 itu bagai melawan hantu sejarah ketika bertandingan di Stadion Anfield. Betapa tidak, Manchester Biru terakhir kali meraih kemenangan di stadion angker itu Mei 2003 alias 16 tahun lalu.

Man City memang selalu kesulitan ketika bermain di Anfield (Foto: Twitter/OptaJoe)

Baca juga: Tak Capai 30 Poin di 12 Pekan Awal Liga Inggris 2019-2020, Man City Gagal Juara?

Akan tetapi, Vincent Kompany yakin hantu sejarah yang sama juga harus dihadapi Liverpool dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Sejarah kelam berupa 30 tahun tidak pernah menjuarai liga disebut pria berkebangsaan Belgia itu justru akan menguntungkan Man City.

“Kami selalu kesulitan di Anfield. Bermain di Anfield bagaikan menghadapi dua pertandingan dalam satu laga: Anda melawan tim yang hebat dan Anda juga bertarung melawan sejarah,” urai Vincent Kompany, dilansir dari NBC Sports, Rabu (13/11/2019).

“Balikkan keadaan dan hal yang sama juga terjadi pada Liverpool. Mereka akan bertarung melawan sejarah tidak pernah memenangi liga selama 30 tahun. Menurut saya, itu akan menjadi keuntungan Man City,” sambung pria berusia 33 tahun tersebut.

Vincent Kompany yakin Liverpool harus bertempur melawan hantu 30 tahun

Vincent Kompany tentu tidak asal bicara. Musim lalu Liverpool sempat unggul hingga delapan poin atas Man City pada Desember 2018. Namun, selisih itu nyatanya bisa dikejar berkat 14 kemenangan beruntun, bahkan unggul satu poin pada akhir musim dan keluar sebagai kampiun.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement