ROBERTO Baggio memiliki karier sepakbola yang amat sukses tetapi itu semua mungkin tidak terjadi jika ia tidak berpindah agama pada 1987. Baggio besar dalam keluarga Katolik Roma yang begitu taat tetapi semua berubah saat karier sepakbolanya terancam oleh cedera pada musim 1985-1986 dan 1986-1987.
Pada musim 1985-1986, Baggio menginjakkan kaki di Kota Firenze untuk bergabung dengan Fiorentina. Akan tetapi, i ia tak bisa langsung berkontribusi untuk tim barunya karena menderita cedera pada lutut kanan. Cedera itu didapatkan Baggio saat mentas di pertandingan terakhir dengan tim lamanya Vicenza.

Cedera memaksa Baggio untuk absen hampir semusim penuh. Baggio akhirnya cuma tampil dalam lima pertandingan untuk Fiorentina sepanjang musim itu. Baggio sayangnya mengalami nasib serupa pada musim 1986-1987 sehingga cuma bisa mengoleksi 10 pertandingan untuk Fiorentina. Akan tetapi, kontribusi Baggio lebih baik karena mampu membuat tiga gol.
Dalam melewati masa-masa sulit itu Baggio akhirnya mulai mempelajari serta mendalami agama Budha untuk mencari ketenangan. Merasa nyaman dengan apa yang ia pelajari akhirnya Baggio memutuskan untuk berpindah agama dari Katolik Roma menjadi Budha.
Hal itu tentu saja ditentang oleh semua anggota keluarganya. Akan tetapi, karena melihat rasa nyaman yang ditemukan Baggio dengan agama barunya maka perlahan-lahan penolakan berubah menjadi penerimaan. Baggio mempraktikkan agama Buddha Nichiren dan merupakan anggota organisasi Buddha Internasional Soka Gakkai.
Baggio lalu kembali melanjutkan karier sepakbolanya setelah sembuh dari cedera bersama Fiorentina. Si Kuncir Kuda menemukan kembali sentuhan terbaiknya meski bergulat cukup lama dengan cedera. Pada tiga musim berikutnya, Baggio tampil gemilang guna membantu Fiorentina bersaing di setiap kompetisi.