Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Tendangan Kung Fu Cantona ke Arah Fans Palace

Bagas Abdiel , Jurnalis-Sabtu, 07 September 2019 |10:05 WIB
Cerita Tendangan Kung Fu Cantona ke Arah <i>Fans</i> Palace
Cantona saat menyerang fans Crystal Palace. (Foto: PA)
A
A
A

PESEPAKBOLA Eric Cantona sejatinya sangat akrab dengan hal-hal berbau kontroversial. Emosi yang mudah tersulut membuat pesepakbola kelahiran Prancis itu sering melakukan berbagai aksi yang akhirnya berujung pada masalah besar.

Sejak memulai kariernya sebagai pesepakbola, Cantona sudah terkenal memiliki berbagai masalah. Entah dengan lawan, wasit, atau bahkan dengan rekan setimnya sendiri. Salah satu kontroversi yang sangat terkenal dari sosok Cantona adalah tendangan kung funya ke fans Crystal Palace.

Eric Cantona

(Cantona saat menyerang fans Palace. Foto: Action Images)

Momen itu terjadi pada 25 Januari 1995 yang mana kejadian itu menjadi berita utama dan kontroversi di seluruh dunia. Kala itu, ia membela Manchester United dan melakukan pertandingan melawan Crystal Palace di ajang Liga Inggris.

Pada pertandingan tersebut, Cantona harus dikeluarkan wasit karena menendang pemain Palace yaitu Richard Shaw. Sang bek berhasil membuat Cantona frustrasi di sepanjang pertandingan karena mampu menjaganya dengan sangat baik.

Setelah dikeluarkan dari lapangan, Cantona meluncurkan tendangan gaya kung fu ke kerumunan dan diarahkan ke salah satu penggemar Palace bernama Matthew Simmons. Tendangan kung fu Cantona keluar setelah Simmons berlari menuruni 11 tangga hanya untuk bertemu dan meneriaki ejekan kepada sang pemain.

Simmons diduga mengeluarkan kata-kata “Persetan kembali ke Prancis, kau bajing*n Prancis,”. Kata-kata kasar itu sontak membuat Cantona yang mudah emosi langsung mengeluarkan tendangan kung fu disertai beberapa pukulan.

Akibat aksi tersebut, Cantona mendapatkan hukuman yang tak bisa terhindarkan. Selain itu, muncul beberapa kritikan untuk mendeportasi Cantona dan tidak diizinkan untuk bermain sepakbola di Inggris hingga menyerukan larangan bermain seumur hidup. Akhirnya, Cantona pun mendapat hukuman dari klub dan FA.

Ia menerima hukuman membayar 20 ribu poundsterling (Rp346,7 juta) dan absen membela Man United hingga akhir musim 1994-1995. Akan tetapi, itu adalah hukuman awal. Sebab FA meningkatkan larangan bermain menjadi delapan bulan (hingga 30 September 1995). FA menyebut serangan Cantona telah menodai pertandingan Liga Inggris.

Infografis Eric Cantona

Hukuman Cantona pun semakin mendunia ketika FIFA ikut ambil alih. Hukumannya kali ini adalah mendapat larangan transfer atau peminjaman ke klub asing. Ia juga dilarang membela Timnas Prancis lagi setelah itu. Akibat hukuman itu, Man United harus kehilangan gelar Liga Inggris.

Namun, kontroversinya di Inggris belum cukup. Cantona juga dihadapkan dengan tuduhan kriminal atas penyerangan yang diakuinya pada 23 Maret 1995. Hal itu pun membuat Cantona harus dipenjara selama dua minggu, walau akhirnya dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu banding.

Seminggu kemudian, pengadilan banding dibatalkan dan Cantona mendapat ganti hukuman. Sebagai gantinya, ia dihukum 120 jam pelayanan masyarakat, yang dihabiskan untuk melatih anak-anak di tempat latihan Manchester United.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement