nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengkhianatan Tak Lepas dari Perjalanan Karier Luis Figo

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 08:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 51 2089913 pengkhianatan-tak-lepas-dari-perjalanan-karier-luis-figo-MctKDQ7NOQ.jpg Figo saat diperkenalkan sebagai pemain Madrid. (Foto: Istimewa)

NAMA Luis Figo menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah sepakbola dunia. Pria bernama lengkap Luis Filipe Madeira Caeiro Figo itu memiliki segudang prestasi baik di tim ataupun individu di sepanjang kariernya di lapangan hijau. Figo pernah meraih gelar juara Liga Spanyol bersama dua tim berbeda yakni Barcelona dan Real Madrid, hingga merajai Liga Italia bareng Inter Milan.

Sementara pencapaiannya di level individu juga tak kalah mentereng salah satunya adalah saat dirinya meraih trofi Ballon d’Or pada 2000. Figo sendiri memulai karier sepakbolanya bersama tim amatir asal Portugal, U.F.C Os Pastilhas.

Luis Figo

Seiring berjalannya waktu, nama Figo mulai diperhitungkan di kalangan sepakbola Portugal hingga akhirnya ia dilirik akademi sepakbola milik Sporting CP (Lisbon) pada 1994-1995 saat dirinya menginjak usia 12 tahun. Benar saja, talenta yang dimiliki Figo membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di akademi tersebut.

Enam tahun berada di akademi Sporting CP, Figo kemudian mendapat kesempatan bergabung dengan klub profesional Sporting CP. Debutnya besama Sporting dimulai pada musim 1989-1990 atau tepatnya saat Figo masih berusia 18 tahun. Kala itu, Figo masuk menggantikan Marlon Brandao di laga kontra Maritimo.

Sementara itu, gol perdana Figo untuk Sporting dicetaknya di laga kontra Torreense dua musim setelahnya, atau tepatnya pada 1991-1992. Gol ke gawang Torreense itu sekaligus menjadi gol pertama Figo di level profesional. Pada laga tersebut Spoting juga menang 2-1 atas sang lawan.

Empat musim berseragam Sporting, Figo tumbuh menjadi pemain sayap yang cukup diperhitungkan. Dalam perjalannya tersebut, Figo juga membawa Sporting meraih Piala Portugal pada 1995. Kemudian di tahun yang sama, pemain kelahiran 4 November 1972 itu melebarkan sayapnya dengan bergabung ke tim asal Spanyol, Barcelona.

Meski kepindahannya ke Barcelona sempat menimbulkan berbagai kontroversi, Figo akhirnya resmi merapat ke Camp Nou dengan mahar sebesar 2,5 juta euro atau sekira Rp40 miliar pada musim panas 2005. Blaugrana –julukan Barca– mendatangkan bintang Portugal itu untuk menggantikan posisi Michael Laudrup yang memilih hengkang satu musim setelahnya.

Perjalanan karier sepakbola Figo bisa dikatakan mencapai puncaknya di Tanah Matador. Beberapa gelar penting seperti juara Liga Spanyol, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Winner dan Piala Super Eropa diraih Figo bersama tim asal Katalunya.

Infografis Luis Figo

Secara keseluruhan, 12 titel juara baik di kompetisi domestik hingga internasional, disumbangkan Figo selama bersama Barcelona dari 1995-2000. Penampilan apiknya bersama Barcelona membawa Figo masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or pada 1999 meski akhirnya ia harus rela hanya menempati posisi kelima.

Figo terus menancapkan taringnya sebagai salah satu pesepakbola terbaik Eropa Pada medio tersebut. Tidak hanya di level klub, prestasinya di level internasional juga cukup ciamik dengan berhasil mengantarkan Timnas Portugal melaju ke babak semifinal Piala Eropa 2000 setelah mengalahkan Inggris 3-2.

Berkat penampilan apiknya di lapangan hijau, Figo pun didapuk sebagai pemain terbaik Eropa oleh France Football dan meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama (saat sudah berseragam Real Madrid). Akan tetapi, Figo gagal melengkapi torehan manisnya di ajang Pemain Terbaik Dunia karena kalah dari Zinedine Zidane. Baru di pada 2001 dia berhasil melengkapi koleksi trofinya dengan penghargaan Pemain Terbaik FIFA.

Penampilan apik Figo bersama Blaugrana membuat banyak klub besar Eropa mengincarnya, salah satunya rival abadi Barca, Real Madrid. Di tengah berbagai kontroversi, Figo kemudian memilih hijrah ke Santiago Bernabeu pada 2000.

Kepindahannya dari Barcelona ke Real Madrid adalah salah satu drama terbesar di dunia sepak bola. Mengetahui bahwa salah satu pemain andalannya pindah ke tim rival, jelas membuat para pendukung Barca kesal. Los Cules bahkan kerap mengeluarkan sumpah serapah hingga kata-kata kotor untuk Figo ketiga bersua.

Figo bahkan disebut sebagai pengkhianat, sampah, hingga tentara bayaran. Kondisi itu bahkan semakin terasa pada atmosfer laga El Clasico di Stadion Camp Nou. Setiap kali Figo mendapat bola, siulan dan cemoohan terus dilayangkan untuk Figo. Suporter Barca bahkan pernah melakukan pelemparan kepala babi pada 2002 yang menjadi fenomenal hingga saat ini.

Luis Figo

(Figo saat diperkenalkan sebagai pemain Madrid pada 2000)

Meski begitu, berbagai kecaman yang ditujukan sama sekali tak berpengaruh pada prestasi Figo bersama Real Madrid. Dua kali juara Liga Spanyol pada 2000-2001 dan 2002-2003, Piala Super Spanyol pada 2001 dan 2003 menjadi bukti nyata. Akan tetapi ,puncaknya adalah ketika Figo membawa Real Madrid Meraih gelar juara Liga Champions pada 2001-2002.

Setelah meraih berbagai gelar di Real Madrid, Figo akhirnya pindah ke Inter Milan dengan status bebas transfer pada 2005. Empat tahun berseragam Inter dengan menyumbang empat gelar juara Liga Italia 2005-2006 hingga 2008-2009, satu gelar Copa Italia pada 2006 dan Piala Super Italia pada 2006 dan 2008, Figo akhirnya memutuskan pensiun pada 2009.

1
3

Berita Terkait

Liputan Khusus

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini