Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Hidup Totti, Jatuh Cinta kepada Roma sejak Kecil

Admiraldy Eka Saputra , Jurnalis-Sabtu, 29 Juni 2019 |08:05 WIB
Perjalanan Hidup Totti, Jatuh Cinta kepada Roma sejak Kecil
Totti semasa remaja. (Foto: Istimewa)
A
A
A

NAMA Francesco Totti pasti terbersit jika kita berbicara tentang klub asal Italia, AS Roma. Kontribusinya di tim jelas tidak perlu diragukan lagi. Meski telah memutuskan pensiun pada awal Juli 2017, Totti seakan masih menjadi bagian dari klub berjuluk Serigala Ibu Kota tersebut.

Totti lahir dari pasangan Lorenzo dan Fiorella Totti pada 27 September 1976 di Roma, Italia. Sang ayah merupakan seorang pastor yang juga mantan pegawai bank. Sementara ibunya dikenal sebagai sosok ibu rumah tangga yang tegas.

Berbagai kesibukan yang dimiliki Lorenzo saat itu membuatnya jarang memperhatikan tumbuh kembang sang anak. Sementara ibunya menjadi sosok luar biasa yang sering menjadi penentu ke mana Totti harus melangkah. Tidak bisa dipungkiri kalau sosok Fiorella memiliki pengaruh besar dalam mengantarkan Totti menjadi salah satu pesepakbola paling dikenal hingga saat ini.

Totti dan sang orangtua

(Totti (tengah) bersama kedua orangtuanya. Foto: Istimewa)

Sejak kecil Totti sudah sangat menyukai sepakbola. Suatu saat, ia pernah mendapat hadiah sebuah bola dari seorang wanita tua bernama Befana yang sering memberikan kado kecil untuk anak-anak yang berperilaku baik.

Bola pemberian itu menjadi bola pertama yang pernah dimiliki Totti. Sejak saat itu, kecintaan Totti dengan olahraga sepakbola semakin terlihat. Ia bahkan kerap membawa benda kesayangannya itu ke ranjang tempat tidurnya di malam hari. Hari-harinya pun dihabiskan bersama bola tersebut.

Akan tetapi, meski sangat menyukai sepakbola, Totti kecil justru jarang sekali menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi. Menginjak usia tujuh tahun, Totti diajak sang ayah untuk datang langsung ke Stadion Olimpico. Hal yang diakuinya sebagai sebuah pengalaman terbaiknya kala itu.

“Kami tidak dapat menonton terlalu banyak pertandingan di televisi. Bahkan di Roma, mereka jarang untuk menampilkan itu di era 80-an. Tapi, ketika saya berumur delapan tahun, ayah memberikan saya tiket untuk menyaksikan langsung pertandingan di Stadion (Olimpico). Saya hanya bisa memejamkan mata jika mengingat semua itu. Keramaian, nyanyian para fans, dan bom asap selalu melintas dalam ingatan,” ujar Totti ketika membahas tentang masa kecilnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement