PERILAKU rasisme di sepakbola memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tindakan tercela tersebut juga diterima George Weah saat membela AC Milan di laga Liga Champions 20 November 1996 menghadapi FC Porto di Estadio Do Dragao.
George Weah mengaku tidak lagi bisa menahan emosi karena Jorge Costa terus menghina warna kulitnya sepanjang pertandingan. Selama 90 menit, kedua pemain tersebut memang selalu berduel di lapangan hijau.

Pada satu momen, George Weah terlihat menunjuk-nunjuk wajah Jorge Costa ketika terjadi pelanggaran. Puncaknya, pemain asal Liberia itu menanduk Jorge Costa hingga hidungnya patah dan berdarah-darah di lorong stadion.
Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) sempat tutup mata atas pembelaan George Weah. Jorge Costa tidak dijatuhi hukuman apa pun, sementara George Weah dilarang bermain pada kompetisi level Eropa sebanyak enam pertandingan akibat ulahnya tersebut.