MILAN – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, memastikan masa lalunya sebagai pemain dan peracik strategi Juventus tidak akan mempengaruhi kinerjanya. Menurutnya, sangat normal untuk bekerja bagi tim lain, bahkan berstatus rival, di dunia sepakbola profesional.
Kedatangan Antonio Conte di Inter Milan disambut dengan baik oleh tifosi meski dirinya punya hubungan yang kuat dengan Juventus. Sementara reaksi berbeda ditunjukkan suporter Juventus yang mendesak pihak klub mencabut penghargaan bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut.

(Baca juga: Eks Juventus: Conte Bakal Bikin Pemain Inter Kehabisan Darah)
Conte sendiri memilih fokus untuk menyelesaikan tugas yang dibebankannya di Inter Milan. Ia ingin membayar kepercayaan Direktur Olahraga Inter Milan, Beppe Marotta, serta Presiden Steven Zhang guna mengakhiri puasa trofi I Nerazzurri.
“Saya harus bekerja keras di Inter, sesuatu yang sudah ada di DNA saya. Kehadiran Marotta membantu saya untuk bergabung dengan Inter karena itu menunjukkan mereka punya tujuan serius. Selama delapan musim, mereka keluar dari persaingan gelar juara. Mereka ingin mengubah hal itu dan saya tertarik dengan determinasi Steven Zhang,” ujar Antonio Conte, dinukil dari Football Italia, Jumat (7/6/2019).
“Sangat normal untuk bekerja dengan beberapa klub berbeda. Saya tidak sabar membawa Inter ke tempat yang seharusnya. Para penggemar menaruh harapan besar dan mereka akan melakukan segalanya untuk mendukung tim ini,” imbuh pria kelahiran Lecce tersebut.

Antonio Conte yakin dirinya akan ditekan sejak awal karena punya rekam jejak yang bagus. Ia tidak berani menjanjikan Inter Milan akan langsung menang sejak musim perdana, tetapi akan mengubah mentalitas Mauro Icardi dan kawan-kawan secara perlahan.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.