MADRID – Pesepakbola veteran asal Belanda, Arjen Robben, mengakui beberapa hal ketika ia meninggalkan Real Madrid pada 2009. Menurutnya kepergiannya dari Madrid bukan hanya perkara kedatangan Cristiano Ronaldo yang baru saja datang ke Santiago Bernabeu, tetapi ada hal lain pula.
Pemain yang musim depan akan meninggalkan Bayern Munich itu mengakui tidak merasa nyaman ketika Madrid melakukan pergantian presiden. Florentino Perez yang menjabat presiden baru pada saat itu membuat beberapa kebijakan yang tidak disetujui oleh Robben.

“Saya merasa sulit karena pergantian presiden di Madrid. Saya merasa sangat nyaman di sana dan bermain dengan baik, tetapi kebijakan klub yang berubah membuat saya tidak memiliki peluang,” ungkap Robben, mengutip dari Marca, Sabtu (25/5/2019).
Baca juga Dybala Jelaskan Perbedaan Bermain dengan Ronaldo dan Messi