nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Alasan 2018-2019 Disebut sebagai Musim Sukses Liverpool

Bagas Abdiel, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 12:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 45 2058864 5-alasan-2018-2019-disebut-sebagai-musim-sukses-liverpool-nafh7LhY9c.jpg Liverpool (Foto: @LFC/Twitter)

MUSIM 2018-2019 bisa dibilang menjadi musim sukses tersukses bagi Liverpool. Tanpa trofi atau pun tidak, Liverpool memiliki sukses besar pada musim ini. Pujian sepertinya wajib diberikan kepada Liverpool yang menunjukkan ketangguhannya pada musim ini.

Pujian juga tidak bisa lepas dari Jurgen Klopp yang mampu membawa kebangkitan kembali bagi Liverpool. Bahkan bukan hanya bersaing di kompetisi domestik di Liga Inggris, tetapi juga di kawasan Eropa. Dalam tiga setengah musim, Klopp mampu menunjukkan peningkatan progresif untuk Liverpool.

Liverpool dan Klopp pantas mendapat penghormatan atas pencapaian musim ini. Melihat musim The Reds –julukan Liverpool, kita sepakat ini sebagai kesuksesan besar. Secara spesifik pun Okezone akan mencoba membahasnya. Berikut lima alasan mengapa musim 2018-2019 memberikan kesuksesan bagi Liverpool.

5. Faktor Perasaan Senang

Liverpool memiliki salah satu pendukung terbaik. Jadi, kedatangan Klopp yang karismatik dan bersemangat sepertinya bersatu padu menjadi pasangan yang sempurna di lapangan. Klopp berhasil mengembangkan salah satu basis pendukung yang paling setia.

Salah satu sorotan jelas adalah ketika Liverpool menghadapi Barcelona di Anfield. Klopp dan anak buahnya disambut dengan hasrat dan kehangatan yang luar biasa bahkan saat menghadapi kekalahan. Tim ini telah mendapatkan rasa hormat dari para penggemar dan telah menimbulkan rasa bangga. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan piala.

Jurgern Klopp

4. Rekrutmen

Mendatangkan seorang pemain bukan hanya soal uang saja. Klub yang sukses harus memiliki kebijakan rekrutmen yang solid didukung oleh struktur kuat yang dipandu dengan visi bersama. Klopp dan perusahaan selalu sangat spesifik dalam pendekatan mereka.

Alih-laih mendatangkan bek tengah ternaman, mereka memutuskan memilih Van Dijk dan menunggu hasil yang besar. Perekrutan Xherdan Shaqiri dari Stoke, Fabinho dari Monako dan Alisson Becker dari Roma adalah cerdas dan sukses. Meskipun seorang pelatih tidak dapat secara langsung dikreditkan dalam hal rekrutmen, tetapi inputnya membawa bobot yang signfikan.

Andrew Robertson, Virgil van Dijk, Trent Alexandre-Arnold

3. Pengembangan Pemain

Klopp menjalankan tugasnya dengan sangat baik dalam hal pengembangan pemain. Di bawah pengawasannya, beberapa pemain memiliki musim terbaik dalam karier mereka. Virgil van Dijk adalah salah contoh bentuk pengembangan besar.

Didatangkan dari Southampton, kini Van Dijk dianggap sebagai salah satu bek terbaik di dunia. Meski ia melewatkan trofi Liga Inggris, Van Dijk memenangkan banyak penghargaan individu. Ia dinobatkan sebagai Pemain PFA of the Year serta Premier League Palyer of the Season.

Bukan hanya Van Dijk, ada pula nama Sadio Mane yang mencetak 22 gol di Liga Inggris musim ini. Ia juga mengklaim Sepatu Emas Liga Inggris bersama rekannya Mohamed Salah dan pemain Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson menyelesaikan musim dengan 12 dan 11 assist, sehingga menempatkan mereka di antara full-back terbaik di Liga Premier.

Joe Gomez muncul sebagai salah satu bek tengah muda terbaik yang bisa membuktikan bermanfaat bukan hanya bagi Liverpool tetapi juga bagi Inggris selama bertahun-tahun yang akan datang. Jordan Henderson memiliki salah satu musim terbaiknya bersama Liverpool setelah menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan yang luar biasa sepanjang kampanye.

Liverpool

2. Perkasa di Liga Champions

Liverpool keluar lebih dulu di kompetisi Piala FA dan Piala Liga Inggris. Tetapi perjalanan mereka di kompetisi yang lebih besar yakni Liga Champions sangat luar biasa. Mereka berhasil lolos dari grup tangguh yang bergabung bersama Paris Saint-Germain (PSG) dan Napoli.

Setelah itu, pada babak 16 besar mereka menggulingkan raksasa Jerman yakni Bayern Munich. Pada perempatfinal mereka mendapat lawan yang relatif mudah dengan menyingkirkan FC Porto. Tetapi pada semifinal mereka mendapat ujian berat dengan bertemu Barcelona.

Secara perkasa mereka mampu menaklukkan Barcelona yang digadang-gadang menjadi calon kuat juara Liga Champions musim ini. Bahkan mereka membuat comeback terbesar sepanjang masa dengan memenangi skor agregat 4-3.

Kini mereka akan menghadapi laga final dengan menghadapi Tottenham Hotspur pada 2 Juni 2019 dini hari WIB. Ini pun menjadi final Liga Champions bagi Liverpool dalam dua musim berturut-turut. Tentu itu adalah pencapaian besar bagi Liverpool dan Klopp.

Liverpool vs Barcelona (Foto: UEFA)

1. Performa di Liga Inggris

Liverpool dan Manchester City pada musim ini benar-benar memberi suguhan yang luar biasa bagi para penggemar sepakbola dunia. Betapa tidak, kedua tim itu sama-sama memperebutkan gelar juara Liga Inggris dalam beberapa waktu terakhir. Gelar juara pun akhirnya didapat Man City setelah Liverpool duduk di posisi kedua dengan selisih satu poin saja.

Liverpool menyelesaikan Liga Inggris 2018-2019 sebagai runner-up dengan 97 poin atau berjarak 25 poin dari Chelsea yang berada di urutan ketiga. Selama seluruh kompetisi di liga, mereka hanya kalah sekali. The Reds memenangkan 30 pertandingan, termasuk sembilan pertandingan terakhir.

Ini adalah statistik gila untuk tim mana pun. Hasil tersebut pun sejatinya sudah cukup bagi mereka untuk memenangkan liga dalam 25 dari 27 musim terakhir.

Liverpool (Foto: @LFC/Twitter)

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini