BAGI Anda pencinta Barcelona minimal sejak era 1990-an, pasti tidak asing dengan nama Rivaldo Vitor Borba Ferreira. Eks pesepakbola asal Brasil itu sempat membela Barcelona dalam kurun 1997-2002 dan menghadirkan empat trofi, yang mana dua gelar di antaranya merupakan gelar Liga Spanyol.
Untuk trofi Liga Spanyol, Rivaldo menyabetnya di dua musim awal membela Barcelona, tepatnya pada 1997-1998 dan 1998-1999. Akan tetapi ketimbang penampilan di musim perdana, performa Rivaldo jauh lebih baik di musim kedua (1998-1999).

Saat itu dari 37 penampilan, pria asal Brasil itu mengoleksi 24 gol! Ia pun keluar sebagai top skor Barcelona di musim tersebut, dan menjadi runner-up top skor Liga Spanyol di bawah Raul Gonzalez yang mengoleksi 25 gol.
Jelas, pencapaian Rivaldo layak mendapat apresiasi saat itu. Hal itu karena Rivaldo tidak bermain di posisi terbaiknya saat itu. Sewaktu mengawali karier sebagai pesepakbola hingga akhirnya berlabuh di Deportivo La Coruna, Rivaldo lebih banyak beroperasi sebagai playmaker maupun penyerang.
Akan tetapi bersama Barcelona racikan Louis van Gaal, Rivaldo lebih banyak beroperasi di sisi lapangan yang otomatis membuatnya jauh dari gawang. Alhasil, Rivaldo dan Van Gaal itu kerap berselisih perihal posisi bermain.
Namun, otoritas tertinggi ada di tangan pelatih sehingga Rivaldo harus menuruti kemauan sang bos. Jika LvG –sapaan akrab Van Gaal– memainkan pola 3-4-3, Rivaldo akan diturunkan sebagai wing back kiri.